e-journal Keperawatan(e-Kp) Volume 7 Nomor 2, Agustus 2019 1 BURNOUT DENGAN SELF EFFICACY PADA PERAWAT Trivena Larengkeng Lenny Gannika Rina Kundre Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Email : venalarengkeng@yahoo.com Abstract: Nurses have a big responsibility because nurses are human service occupation that give a service to the society. Being a nurse had many job demands that potentially can be a stressor (burnout). Nurses must have disposition of certain behavior to finish it. One of disposition behavior is self efficacy. The purpose of this research is to know the Corelation between burnout and self efficacy of nurses at medical ward RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Design of this research used Descriptive Analytic With Cross Sectional Study approach. The sample was 61 respondent, used non random samplimg technique. The result of statistic test that used Chi-Square test in significance level was 95%, and significant score p vzlue = 0,020 < α (0,05). Conclusion that there is a corelation between burnout and self efficacy of nurses in medical ward. Keywords : Burnout, Self Efiicacy, Nurses Abstrak: Perawat memiliki tanggung jawab yang tinggi karena memiliki pekerjaan yang bersifat human service atau memberikan pelayanan kepada masyarakat, Tanggung jawab dan tuntutan pekerjaan yang banyak dapat berpotensi menjadi stressor (burnout ) bagi perawat Perawat dituntut untuk memiliki disposisi perilaku tertentu agar dapat menyelesaikannya. Salah satu disposisi perilaku tersebut ialah efikasi diri (Self efficacy). Tujuan untuk mengetahui hubungan Burnout dengan self efficacy pada perawat di ruang rawat inap RSU Gmim Pancaran Kasih Manado. Desain penelitian yang digunakan yaitu Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Sampel berjumlah 61 responden yang didapat dengan menggunakan tehnik non random sampling. Hasil penelitian uji statistik menggunakan uji Chi-square pada tingkat kemaknaan 95%, didapatkan nilai signifikan ρ Value = 0,020 < α (0,05). Kesimpulan ada hubungan antara burnout dengan self efficacy pada perawat di ruang rawat inap. Kata Kunci : Burnout , Self Efficacy, Perawat PENDAHULUAN Perawat memiliki tanggung jawab yang tinggi karena memiliki pekerjaan yang bersifat human service atau memberikan pelayanan kepada masyarakat yang dituntut untuk memiliki keterampilan yang baik dalam bidang kesehatan (Perry & Potter, 2005). Tanggung jawab dan tuntutan pekerjaan yang banyak dapat berpotensi menjadi stresor bagi perawat. Stresor yang terjadi secara terus menerus dan tidak mampu diadaptasi oleh individu akan menimbulkan beberapa gejala yang disebut dengan burnout syndrome. Burnout syndrome merupakan suatu kumpulan gejala fisik, psikologis dan mental yang bersifat destruktif akibat dari kelelahan kerja yang bersifat monoton dan menekan. Burnout syndrome banyak ditemukan pada profesi yang bersifat human service seperti polisi, perawat, dokter, konselor, dan pekerja sosial. (Pangastiti, 2011). Al-Turki, et al (2010) melakukan penelitian terkait burnout syndrome pada perawat yang berjudul “ Burnout Syndrome among Multinational Nurses Working in Saudi Arabia” menunjukkan hasil 89% staf perawat mengalami emotional