Reindrawati, Hal 87-97 Jurnal JDM, Vol. 3 No. 1 Apr 2020 87 MANAJEMEN SURVIVAL PENGELOLA KAMPUNG WISATA DI SAAT PANDEMI (STUDI DI KAMPUNG LAWAS MASPATI SURABAYA) Dian Yulie Reindrawati Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga dian.reindrawati@gmail.com ABSTRACT The purpose of this study was to analyze how the defense management or survival of a local tourist village in the face of a pandemic. By taking the research location in the old tourist village of Maspati Surabaya, this study aims to provide lessons about how the tourist village experienced a difficult time and how the tourist village got out of this difficult time. To achieve this goal, a qualitative research design was used in this study. In-depth interviews were conducted with the community, government officials or related tourism offices. Reviews of tourism marketing and policy materials at the national, regional and local levels were also carried out for data contextualization. The research results show that various methods or strategies are used by the tourism village managers to 'support' the community, including encouraging people to sell products that will be bought by themselves. This method makes them feel the same fate and join hands in facing the pandemic. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa bagaimana manajemen pertahanan atau survival kampung wisata lokal dalam menghadapi pandemi. Dengan mengambil lokasi research di kampung wisata lawas Maspati Surabaya, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pelajaran mengenai bagaimana kampung wisata mengalami masa sulit dan bagaimana kampung wisat tersebut bisa keluar dari masa sulit tsersebut. Untuk mencapai tujuan ini, desain penelitian kualitatif digunakan dalam studi ini. Wawancara mendalam dilakukan dengan masyarakat, aparat pemerintah atau dinas pariwisata terkait. Ulasan pemasaran pariwisata dan bahan kebijakan di tingkat nasional, regional dan lokal juga dilakukan untuk kontekstualisasi data. Hasil penelitian menyebutkan bahwa beragam cara atau strategi dilakukan oleh pengelola kampung wisata untuk „menghidupi‟ masyarakat, di antaranya adalah mendorong masyarakat untuk menjual produk yang nantinya akan dibeli oleh mereka sendiri. Cara ini membuat mereka merasa senasib dan saling bergandengan tangan menghadapi pandemic. PENDAHULUAN Virus Corona akhirnya masuk ke Indonesia setelah pertama kali virus ini muncul pada Desember 2019. Persebaran virus Corona saat ini semakin mengganas dan saat ini secara nasional korban sudah mencapai 1.414 orang positif, 75 orang dinyatakan sembuh dan 122 jiwa meninggal dunia (Jawa Pos, 12 Maret 2020). Di Jawa Timur sendiri, 91 orang dinyatakan positif dan 8 orang meninggal dunia. (Jawa Pos, 12 Maret 2020).