394 LITERATUR REVIEW: MENGKAJI EFEKTIVITAS PEMBERIAN MENTIMUN TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH Arum Meiranny 1 , Astri Syahirani 2 Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung 1,2 e-mail: 1 arummeiranny@unissula.ac.id, 2 astrisahira@gmail.com ABSTRACT Introduction: Hypertension is a degenerative disease. Those aged ≥55 years are at risk for suffering from hypertension, previously blood pressure prehypertension before being diagnosed with hypertension occurred between the third and fifth decades. The World Health Organization reports as many as 839 million cases of hypertension, by 2025 this figure is expected to increase to 1.15 billion or around 29% of the world's total population, where female sufferers are more than 30% compared to male hypertension sufferers, namely 29%. One of the non-pharmacological treatments to treat hypertension is consuming cucumber. Methods: International and national literature searched through electronic media with keyword hints. Eight articles were selected, each of which represents an effectiveness of giving cucumber to reduce blood pressure and provides various information. Results: There was an effect of giving cucumber on reducing blood pressure in respondents. Discussion: One alternative that can be used to lower blood pressure is by consuming cucumber. The diuretic effect on cucumber causes the salt content in the blood to decrease. Reduced levels of salt that absorbs or retains water will reduce blood volume so that it can lighten the work of the heart in pumping blood, and eventually blood pressure will decrease. Conclusion: The conclusion based on the analysis that has been done is that cucumber is effective for lowering blood pressure. Keywords: hypertension; cucumber; blood pressure ABSTRAK Pendahuluan: Hipertensi adalah salah satu penyakit degeneratif. Pada umur ≥55 tahun beresiko untuk menderita hipertensi, yang sebelumnya tekanan darahnya prehipertensi sebelum didiagnosis menjadi hipertensi terjadi pada usia diantara dekade ketiga dan dekade kelima. Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan sebanyak 839 juta kasus hipertensi, apada tahun 2025 ngka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 1,15 milyar atau sekitar 29% dari total penduduk dunia, dimana penderita wanita lebih banyak yaitu 30% dibandingkan dengan penderita hipertensi pria yaitu 29%. Salah satu pengobatan nonfarmakologis untuk mengatasi hipertensi adalah dengan mengkonsumsi mentimun. Metode: Literature internasional dan nasional yang ditelusuri melalui media elektronik dengan petunjuk kata kunci. Artikel yang terpilih sebanyak 8, yang masing-masing mewakili satu efektivitas pemberian mentimun terhadap penurunan tekanan darah dan memberi informasi yang beragam. Hasil: Terdapat pengaruh pemberian mentimun terhadap penurunan tekanan darah pada responden. Pembahasan: Salah satu alternative yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan mengkonsumsi mentimun. Efek diuretik pada mentimun menyebabkan kandungan garam dalam darah menurun. Berkurangnya kadar garam yang menyerap atau menahan air akan menurunkan volume darah sehingga dapat meringankan kerja jantung dalam memompa darah, dan akhirnya tekanan darah akan menurun. Kesimpulan: Simpulan berdasarkan analisa yang telah dilakukan adalah penggunakan mentimun efektif untuk menurunkan tekanan darah. Kata kunci: Hipertensi; mentimun; tekanan darah PENDAHULUAN Hipertensi adalah salah satu penyakit degeneratif. Pada umumnya seiring bertambahnya umur secara perlahan tekanan darah juga ikut bertambah. Pada umur ≥55 tahun beresiko untuk menderita hipertensi, yang sebelumnya tekanan darahnya prehipertensi sebelum didiagnosis menjadi hipertensi terjadi pada usia diantara dekade ketiga dan dekade