Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 18, Nomor 2, Oktober 2018, pp. 174 - 192 p-ISSN 1412-0712, e-ISSN 2527-8312, DOI: http:// dx.doi.org/ 10.17509/bs_jpbsp.v18i2.15507 Copyright ©2018 Universitas Pendidikan Indonesia. All rights reserved. 174 Pemerolehan Honorifik Bahasa Korea oleh Pemelajar Indonesia Ghina Mardhiyah, Syihabuddin, Eri Kurniawan, & Didin Samsudin Program Studi Linguistik, Universitas Pendidikan Indonesia ghinajina25@gmail.com; syihabuddin@upi.edu; eri.kurniawan@upi.edu; didinsamsudin@upi.edu How to cite (in APA Style): Mardhiyah, G., Syihabuddin, Kurniawan, E., Samsudin, D. Pemerolehan honorific Bahasa Korea oleh pemelajar Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 18(2), doi: 10.17509/bs_jpbsp.v18i2.15507 Article History: Received (04 April 2018); Revised (23 August 2018); Accepted (01 October 2018). Journal homepage: http://ejournal.upi.edu./index.php/BS_JPBSP Abstrak: Bahasa Korea termasuk ke dalam bahasa aglutinatif, yaitu pemakaian afiksasi untuk berbagai tujuan ekspresif, di antaranya untuk menerapkan prinsip kesantunan berbahasa. Persoalannya, apakah para pemelajar bahasa Korea memiliki kemampuan untuk menerapkan prinsip kesantunan melalui proses morfologis bagi tujuan honorifik? Untuk menjawab pertanyaan ini dikumpulkanlah data yang diperoleh dari sekelompok pemelajar bahasa Korea di kota Bandung. Mereka berjumlah 20 orang, berlatar belakang budaya Sunda, berusia antara 18-31 tahun, sebagian berprofesi sebagai penerjemah bahasa Korea, dan dikelompokkan sebagai pemelajar tingkat lanjut. Hasil tes menunjukkan nilai rata- rata sebesar 70,5 dan belum mencapai skor ideal tingkat lanjut yang ditetapkan peneliti, yaitu 81-100. Menurut para ahli, standar pencapaian pemelajar tingkat lanjut terbagi dalam empat kategori, salah satunya ialah pemelajar dapat menggunakan dan menjelaskan interpretasi aspek-aspek tatabahasa, serta aspek konteks dari sintak suatu bahasa. Hasil penelitian ini belum menunjukkan adanya kemampuan pada kategori tersebut. Pemerolehan honorifik tanpa imbuhan (Kondisi 1) dan cukup didasarkan pada konteks lebih sulit diperoleh pemelajar daripada honorifik dengan imbuhan (Kondisi 4). Untuk mengatasi kesulitan tersebut dan untuk meningkatkan kemahiran, para pemelajar memanfaatkan media hiburan berbahasa Korea. Kata kunci: honorifik; bahasa Korea; pemerolehan bahasa kedua Honorific Acquisition in Korean Language by Indonesian Students Abstract: Korean language is included in agglutinative language, which is the use of affixation for various expressive purposes, including to apply the politeness principle of language. The problem is, do Korean language learners have the ability to apply the principle of politeness through a morphological process for the purpose of honorifics? To answer this question data was collected from a group of Korean language learners in the city of Bandung. They are 20 people, with a Sundanese cultural background, aged between 18-31 years, some work as Korean translators, and are classified as advanced learners. The test results showed an average score of 70.5 and had not yet reached the ideal level of the score set by the researcher, which was 81-100. According to experts, the standard of achievement of advanced learners is divided into four categories, one of which is that learners can use and explain interpretations of grammatical aspects, as well as aspects of context from the syntax of a language. The results of this study have not shown any ability in that category. Earnings of honorifics without additives (Condition 1) and sufficiently based on context are more difficult for students to obtain than honorifics with additions (Condition 4). To overcome these difficulties and to improve proficiency, students use Korean-language entertainment media. Keywords: honorifics; Korean; second language acquisition