Jurnal Agrotek Lestari. Vol. 5 No. 1, April 2018 | 1 KEANEKARAGAMAN HAMA PADA TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) The Diversity of Insects in Melon Plants (Cucumis melo L.) Sumeinika Fitria Lizmah 1* , Resti Yusniar Gea 2 1 Dosen Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Teuku Umar, Meulaboh 2 Mahasiswa Prodi. Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Teuku Umar, Meulaboh * email korespondesi: sumeinikafitrializmah@utu.ac.id ABSTRACT The production of melon was decline due to decreased production area and also pest and disease offence. The pest attacks occur in the vegetative and generative phase, but the most damaging and detrimental are in generative phase. This study aims to determine the diversity of insects on melon plants. The study was conducted in September 2018 in experimental gardens and laboratory of Agriculture Faculty, Teuku Umar University. The results of the study obtained the abundance of insects in melon plants amounted to 374 individu, which consists of 38 spesies. Insects are found to have different character, there are as pest, parasitoid, and predator. The fruit flies (Tephritidae) is the dominant of pest that attack melon in generative phase. Diversity of Shannon-Wienner indeks shows 0.820, that mean the diversity in melon plant in generative phase was lowly. Key word: diversity, fruit flies, insects, melon PENDAHULUAN Melon (Cucumis melo L.) merupakan tanaman buah semusim dari famili Cucurbitaceae, yang telah banyak dibudidayakan di Indonesia, baik berskala kecil maupun agribisnis (Anindita 2009). Sebagai komoditas hortikultura yang cukup potensial karena memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, peningkatan produksi dan kualitas buah melon masih memerlukan penanganan intensif (Daryono et al. 2011). Produksi melon di Indonesia pada Tahun 2014 berjumlah 150,374 ton (Dirjen Hortikultura), sedangkan pada Tahun 2015 sebesar 137,887 ton dan Tahun 2016 sebesar 117,341 ton (BPS 2016). Melihat data tersebut, produksi melon nasional terus mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2016, hasil tanaman melon mengalami penurunan sebesar 1.53 ton/ha dari 18.64 ton/ha pada tahun 2015 menjadi 17.11 ton/ha pada tahun 2016 (BPS 2016). Penurunan hasil tersebut dipicu oleh penurunan luas panen (7,396 ha menjadi 6,859 ha) dari tahun 2015 ke tahun 2016 (BPS 2016), perubahan iklim, dan juga serangan hama dan penyakit (Rukmana 2006). Serangan hama pada tanaman melon dapat terjadi pada semua stadia pertumbuhan tanaman melon. Pada fase vegetatif, tanaman melon rentan terhadap serangan bekicot, larva kumbang, jangkrik, dan belalang. Memasuki fase pembungaan, hama yang menyerang melon diantaranya ulat, lalat buah, belalang, dan oteng-oteng (Aulacophora similis). Sementara pada fase pembuahan terjadi serangan hama kepik hitam (Leptoglosus australis), ulat daun, lalat buah, belalang dan dan oteng- oteng (Aulacophora similis) (Awaludin et al. 2010).