350 Sabtu, 28 Mei 2016 di Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta BATU, KUTUKAN, PENYESALAN: PENDIDIKAN KARAKTER BAGI ANAK DALAM CERITA RAKYAT INDONESIA STONE, CURSE, REGRET: CHARACTER EDUCATION FOR CHILDREN IN FOLKLORE INDONESIA Yosi Wulandari Prodi PendidikanBahasadanSastra Indonesia, FKIP, UAD Surel: yosi.wulandari@pbsi.uad.ac.id Abstrak Cerita rakyat memiliki muatan dan nilai-nilai leluhur masyarakat, nilai moral, dan pendidikan yang sengaja disampaikan kepada masyarakat. Cerita rakyat umumnya banyak memanfaatkan unsur alam. Pemanfaatan unsur alam menjadi penanda pesan-pesan moral dalam cerita rakyat. Lima cerita rakyat Indonesia yang memanfaatkan kata batu memiliki kecenderungan menyampaikan cerita tentang kutukan dan penyesalan. Cerita rakyat tersebut adalah Legenda Atu Belah (Batu Belah) dari Aceh, Batu Badaong dari Maluku, Batu Puteri Menangis dari Lampung, Legenda Batu Menangis dari Kalimantan, dan Legenda Batu Menangis dari Sumatera Barat. Hal penting yang perlu dicermati dari penyampaian pesan moral dari cerita rakyat tersebut adalah sebagai berikut. (1) Menjelaskan cara penyampaian pesan moral dalam cerita rakyat yang memuat kata ‘batu” pada judul cerita. (2) Menjelaskan pengaruh “kutukan dan penyesalan” pada cerita rakyat dalam pendidikan karakter bagi anak. (3) Menjelaskan pemanfaatan teori dekonstruksi sebagai salah satu metode menafsirkan teks secara cermat. Hasil penafsirantersebutbertujuan sebagai bahan pengembangan cerita baru yang dapat dibaca oleh anak-anak di Indonesia. Transformasi cerita pun akan disesuaikandengankebutuhan pembentukan karakter anak yang lebih baik dengan tidak mengubah muatan dan nilai-nilai leluhur. Kata kunci: Pendidikan Karakter, Cerita Rakyat, Batu, Kutukan, Penyelesaian, Abstract Folklore has a charge and ancestral community values, moral values, and education are deliberately conveyed to the public. Folklore generally tend to use natural elements. Utilization of natural elements into the marker moral messages in folklore. Five Indonesian folklore that utilize the rock has a tendency to tell the story of the curse and regret. The folk story is legend Shopping Atu (Batu Belah) of Aceh, Maluku Badaong Batu, Batu Princess Cry of Lampung, Legend of the Stone Cry of Borneo, and Legend of the Stone Crying of West Sumatera. The important thing that needs to be examined from the delivery of the moral message of folklore are as follows. (1) Explaining the way of delivering a moral message in folklore containing the word 'stone' in the title of the story. (2) Describe the effect of