DEKONSTRUKSI CERITA ASAL USUL TARI TRADISIONAL MINANGKABAU MENJADI KARYA SASTRA BERBASIS KEBUDAYAAN LOKAL Yosi Wulandari PBSI FKIP Universitas Ahmad Dahlan yosi.wulandari@pbsi.uad.ac.id Abstrak Perkembangan zaman merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari bagi negara berkembang seperti Indonesia. Kehadiran MEA di Indonesia pun menyibukan berbagai pihak menyiapkan diri untuk siap berdaya saing di tingkat ASEAN. Akan tetapi, di lain hal pemerintah pun resah dengan budaya literasi masyarakat kita yang sangat rendah. Keberadaan perpustakaan dan program pemerintah yang lain tidak menunjukan hasil yang optimal. Oleh karena itu, perlu menumbuhkan budaya literasi dengan ide kreatif sehingga kebudayaan dapat dikembangkan. Memanfaatkan kebudayaan yang dimiliki Indonesia adalah salah satu cara untuk tetap aktif membaca dan menulis. Banyak hal yang dapat dikembangkan sehingga pendidik ataupun peserta didik dapat memanfaatkan hal ini sebagai upaya menjaga budaya literasi. Minangkabau sebagai suku masyarakat di Sumatera Barat memiliki kekayaan budaya, misalnya tari-tari tradisional. Akan tetapi, tidak semua orang memahami filosofi tarian tersebut. Bagi orang Minangkabau, segala hal yang disampaikan meskipun lewat tari dan musik memiliki makna dan cerita. Hal tersebutlah yang penting untuk dijaga dan dilestarikan lewat budaya literasi sehingga kearifan lokal budaya Indonesia dapat diperkenalkan kepada generasi bangsa kelak. Potensi tersebut dapat digunakan sebagai salah satu upaya meningkatkan budaya literasi, yaitu membaca kebudayaan yang dimiliki dan dikembangkan lewat menulis karya sastra. Teori dekonstruksi merupakan sebuah tawaran pembacaan yang mendalam terhadap teks kebudayaan. Kemudian digunakan sebagai bahan proses kreatif penciptaan karya sastra yang memiliki konsep pendidikan karakter dan berbasis kebudayaan lokal. Kata kunci: dekonstruksi, literasi, cerita tari tradisional, karya sastra, budaya lokal Abstract The times is something that can not be avoided for developing countries like Indonesia. MEA's presence in Indonesia was busily engaged in various parties prepare themselves to be ready to competitiveness in the ASEAN level. However, on the other hand the government is troubled by the literate culture of our society is very low. The existence of libraries and other government programs do not show optimal results. Therefore, the need to foster a culture of literacy with creative ideas so that culture can be developed. Utilizing owned Indonesian culture is one way to stay active reading and writing. Many things can be developed so that teachers or learners can use this as an effort to maintain a culture of literacy. Minangkabau as tribal people in West Sumatra has a rich culture, such as traditional dances. However, not everyone understands the philosophy of the dance. For the Minangkabau, everything delivered although through dance and music has a meaning and a story. This is exactly what is important to be maintained and 545