Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT) Vol. 4 No. 2 ISSN 2338 3240 53 Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kooperatif Berbasis Gaya Belajar Muhammad Jarnawi email : i.am.jarnawi@gmail.com Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tadulako Jl. Soekarno Hatta Km. 9 Kampus Bumi Tadulako Tondo Palu - Sulawesi Tengah Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran kooperatif berbasis gaya belajar peserta didik. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan. Yang dikembangkan adalah perangkat pembelajaran yang terditi atas (1) RPP; (2) LKPD; dan (3) Buku Ajar. Desain pengembangan perangkat yang digunakan mengacu pada model pengembangan Kemp dengan subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII SMP. Proses pengumpulan data menggunakan lembar validasi, lembar pengamatan, angket respon peserta didik, angket gaya belajar, dan tes hasil belajar fisika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan merupakan perangkat pembelajaran yang baik karena telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Kata kunci : pembelajaran kooperatif, gaya belajar I. PENDAHULUAN Pendidikan berhubungan erat dengan proses pembelajaran sehingga faktor-faktor di dalamnya akan sangat mempengaruhi hasil belajar peserta didik baik kualitas maupun kuantitas dalam nilai. Dalam proses pencapaiannya, hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu faktor yang dianggap mempengaruhi dalam hasil pembelajaran adalah gaya belajar [1]. Gaya belajar merupakan kunci untuk mengembangkan kinerja dalam pekerjaan di sekolah dan dalam situasi-situasi antar pribadi [2]. Peserta didik memiliki cara belajarnya sendiri sehingga dapat menyerap dan mengolah informasi yang diterimanya secara maksimal. Setiap individu memiliki cara belajar berbeda dengan yang lainnya. Sebagian peserta didik lebih suka bila guru mereka mengajar dengan cara menuliskan semua materi ajar, dengan begitu mereka bisa membaca untuk kemudian mencoba memahaminya. Namun, sebagian yang lain lebih suka guru mereka mengajar dengan cara menyampaikannya secara lisan sambil mereka mendengarkan untuk dapat memahaminya. Sementara itu, ada peserta didik yang lebih suka membentuk kelompok kecil untuk mendiskusikan pertanyaan yang menyangkut pelajaran tersebut. Penggunaan sumber belajar juga dapat menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap gaya belajar peserta didik. Ada peserta didik yang lebih suka sumber berupa audio, ada peserta didik yang lebih suka sumber berupa visual, dan ada juga yang belajar dengan mengerakkan seluruh anggota tubuh. Berdasarkan uraian di atas, penulis bermaksud mengembangkan suatu perangkat pembelajaran dengan mengintegrasikan gaya belajar di dalamnya, agar peserta didik dapat mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sebagai upaya dalam meningkatkan hasil belajarnya. Untuk memenuhi maksud tersebut, perlu digunakan sebuah model pembelajaran untuk mengaktifkan peserta didik dalam berbagi informasi dan memanfaatkan segala potensi yang ada pada dirinya dalam membangun pengetahuannya. Model pembelajaran yang cocok untuk tujuan semacam ini adalah model pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif merujuk pada berbagai macam metode pengajaran di mana para peserta didik bekerja dalam kelompok-kelompok kecil untuk saling membantu satu sama lainnya dalam mempelajari materi pelajaran [3]. Tujuan dibentuknya kelompok adalah untuk memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk dapat terlibat secara aktif dalam proses berpikir dan/atau dalam kegiatan belajar. Manfaat penerapan belajar kooperatif adalah untuk mengurangi kesenjangan pendidikan khususnya dalam wujud input pada level individual [4]. Pembelajaran kooperatif menurut Ref. [5] dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: