Izumi, Volume 4, No 2, 2015 p-ISSN: 2338-249X Tersedia online di http://ejournal.undip.ac.id/index.php/izumi 8 Copyright @2015, IZUMI, ISSN 2338-249X ANALISIS KONTRASTIF UNGKAPAN MENGINGATKAN SESUATU DALAM PERCAKAPAN BAHASA INDONESIA DAN BAHASA JEPANG: SEBUAH TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK Sonda Sanjaya *) , Thamita Islami Indraswari Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jl. Lingkar Selatan, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55183 Abstrak Penelitian ini mengkaji bagaimana penutur bahasa Jepang dan penutur bahasa Indonesia mengekspresikan ungkapan mengingatkan sesuatu. Perbedaan di antara dua bahasa memungkinkan menyebabkan terjadinya gangguan dalam proses berkomunikasi dan mengundang kesalahpahaman. Oleh karena itu, peneliti perlu mengkaji topik ini lebih dalam.Sampel yang diambil berjumlah 24 yang mana melakukan percakapan dengan menggunakan kartu role play.Partisipan adalah kenalan yang berperan sebagai peminjam dan pemberi pinjaman.Pemberi pinjaman menjanjikan peminjam sesuatu dan peminjam diminta untuk mengingatkannya kepada pemberi pinjaman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada percakapan bahasa Indonesia, pihak peminjam-lah yang biasanya berinisiatif baik dalam hal mengingatkan maupun mengambil barang pinjaman. Dalam bahasa Indonesia pun lazim dijumpai pemilik barang meminta diingatkan kembali lewat media tekstual atau telepon genggam, sedangkan pada percakapan berbahasa Jepang, pemilik baranglah yang lebih berinisiatif dalam hal pengambilan barang dan dalam hal mengingatkan peminjam pun memiliki inisiatif, namun tidak ada kebiasaan pemberi pinjaman meminta peminjam untuk diingatkan kembali. Kata kunci: ungkapan mengingatkan, analisis kontrastif, pendekatan sosiolinguistik Abstract This research is aimed to investigate type of utterance and communicating style between Japanese and Indonesian in reminding something. The difference between two language may hindrance communicating process, and lead to misconception. Thus the researchers conclude that further study in this topic is essential. Sample was taken from 24 participants, which is required to conversate according to condition given in roleplay card. Participants are acquintances, divided to act as the borrower and as the giver. The giver had promised to lend the borrower something, and the borrower supposed to remind the giver about it. The data shows that in Indoneisan, it is common for the borrower to take initiative when reminding something or taking the promised thing. It is also found that the giver often asked to be reminded again by the borrower in means of texting or phonecall. Meanwhile, in Japanese the act is reversed. The giver is taking an initiative, and even offers to bring the promised thing. Although the borrower is also taking an initiative, it is not common for the giver to asked to be reminded again by the borrower. Keywords: utterance of reminding something, contrastive analysis, sociolinguistics approach 1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Penelitian Indonesia dan Jepang berada pada wilayah yang sama yakni benua Asia. Meskipun berada pada wilayah yang sama, kedua negara memiliki banyak cara dalam mengungkapkan suatu pesan. Perbedaan tersebut seringkali menyebabkan kesalahpahaman diantara dua bangsa yang mempunyai bahasa dan budaya yang berbeda.Salah satu ungkapan diantara kedua bahasa yang memiliki bentuk ungkapan serta strategi mengutarakan yang berbeda adalah ungkapan untuk mengingatkansesuatu. ------------------------------------------------------------------ *) Penulis Korespondensi. E-mail: sonda.sanjaya@umy.co.id