Jurnal Sistem Informasi (JSI), VOL.10, NO.2, Oktober 2018 ISSN Print : 2085-1588 ISSN Online :2355-4614 http://ejournal2.unsri.ac.id/index.php/jsi/index email: jsi.fasilkom.unsri@gmail.com 1570 Study Komparatif Enterprise Architecture pada Tiga Negara Berdasarkan Index E-Gov pada Waseda International E-Gov Rangkings Sigit Purworaharjo Magister Ilmu Komputer, Universitas Esa Unggul Jakarta Email: sigit.purworaharjo@esaunggul.ac.id Abstraks Pada Waseda University International e-Government Ranking, diumumkan pada tahun 2017 negara Singapura, Denmark dan USA menempati urutan pertama, kedua dan ketiga dalam implementasi e-government. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif dari implementasi e-government Enterprise Architecture di SIngapura, Denmark dan USA berdasarkan atribut sekunder. Tahapan penelitian yang dilakukan adalah peninjauan literatur tentang kerangka kerja TOGAF, menentukan perbandingan atribut, analisis implementasi EA di masing-masing negara dan melakukan perbandingan EA dari tiga negara. Kerangka EA di Korea dan Singapura berbeda. EA di Korea lebih menekankan pada efisiensi dan kualitas layanan. EA di Singapura lebih menekankan pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Indonesia mencoba untuk mewujudkan Indonesia Digital di mana semua kabupaten / kota akan menerapkan e-government. Kata Kunci : Comparative Study, E-Government, Enterprise Architecture, TOGAF 1. Pendahuluan Enterprise Architecture (EA) adalah kesatuan prinsip, metode dan model yang digunakan dalam perancangan dan realisasi struktur organisasi, proses bisnis, sistem informasi dan infrastruktur suatu perusahaan. EA menguraikan esensi bisnis dan evolusi teknologi informasi. Ada beberapa peran EA. Peran pertama adalah memberikan gambaran tentang bagaimana teknologi informasi dapat mendukung perusahaan dalam mencapai visi dan misi strategi bisnis. Peran kedua adalah memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk menjalankan bisnis yang lebih baik. Peran ketiga adalah untuk mendukung strategi bisnis yang terus berkembang, peran keempat adalah mengarahkan dan memotivasi pengembangan kegiatan teknologi informasi [2]. Dengan Waseda University International e-Government Ranking, diumumkan pada tahun 2017 negara Singapura, Denmark dan USA menempati urutan pertama, kedua dan ketiga dalam implementasi e-Government [3]. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif dari implementasi e- government Enterprise Architecture di Singapura, Denmark dan USA berdasarkan atribut sekunder. Selain itu, akan diketahui kelebihan dari penerapan EA di Singapura dan Denmar sehingga kedua negara dapat menimbulkan motivasi bagi negara lain untuk mengembangkan EA sesuai dengan kondisi masing- masing negara. Literature Review Metode Pengembangan Arsitektur TOGAF [ADM] memberikan gambaran tentang cara membuat EA dari organisasi tertentu sesuai dengan kebutuhan bisnis. TOGAF adalah ruang lingkup penerapan produk dan layanan yang berada dalam domain bisnis dan industri, infrastruktur teknis berdasarkan blok bangunan sistem terbuka, termasuk definisi arsitektur proses bisnis EA, arsitektur aplikasi, arsitektur data, dan arsitektur teknologi [2] . Fase metode pengembangan EA menggunakan kerangka TOGAF adalah sebagai berikut: Preliminary: Kerangka dan Prinsip, Visi Arsitektur, Arsitektur Bisnis, Arsitektur Sistem Informasi (dibentuk dari Arsitektur Data dan Arsitektur Aplikasi),Arsitektur Teknologi, Peluang & Solusi, Perencanaan Migrasi, Tata Kelola dan Manajemen Perubahan Implementasi Arsitektur [2]. TOGAF arsitektur memiliki tiga bagian utama dari Arsitektur Bisnis EA, Arsitektur Sistem Informasi dan