Agrologia, Vol. 4, No.1, April 2015, Hal. 53-59 53 KEANEKARAGAMAN DAN KEMERATAAN SERANGGA PADA AREAL TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L) SETELAH BERBAGAI METODE APLIKASI INSEKTISIDA Evawani Tomayahu Dosen Fakultas Pertanian Universitas Nusantara Manado Jl. Lengkong Wuaya Paal Dua Manado Email: evatomayahu@nusantara.ac.id ABSTRAK Hama merupakan salah satu faktor pembatas biologis dan ancaman yang menyebabkan rendahnya produksi kentang. Penggunaan pestisida merupakan solusi dalam mengendalikan hama. Penelitian ini bertujuan mengetahui keanekaragaman dan kemerataan serangga serta kehilangan hasil kentang akibat aplikasi insektisida dengan berbagai metode. Perlakuan yang dicobakan adalah aplikasi insektisida secara terkendali dan secara intensif yang dibandingkan dengan perlakuan tanpa insektisida Penelitian dirancang menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis serangga didominasi oleh Empoasca sp, Liriomyza sp dan Miridae sp. Populasi hama tertinggi adalah Empoasca sp 80,83 ekor terdapat pada perlakuan tanpa insektisida. Aplikasi insektisida terkendali dan intensif masing-masing menurunkan populasi hama sampai 56,50 ekor dan 26,17 ekor. Nilai indeks kemerataan serangga dan nilai kehilangan hasil secara ekonomis tidak dipengaruhi oleh perbedaan metode aplikasi pestisida. Kata Kunci : Hama, insektisida, kentang, Empoasca sp, Liriomyza sp, Miridae sp. DIVERSITY AND EVENNESS INSECT IN THE AREA POTATOS (Solanum tuberosum L) IS VARIOUS METHODS APPLIED INSEKTICIDE ABSTRACT Pest is one of the biological limiting factors that led to low production of potatoes. The use of pesticides is a solution in controlling pests. The objective of this study was to determine the diversity and evenness of insect; and potato yield losses due to insecticide applications methods. The treatment was controlled and intensive insecticide application which were compared with no insecticide application. The experiment was set up in completely randomized design with five replications. The results showed that the insects are dominated by Empoasca sp, Liriomyza sp and Miridae. The highest insect population was Empoasca sp. i.e 80.83 Empoasca sp. which was found in control treatment. Controlled and intensive application of insecticides decreased insect population up to 56.50 and 26.17. Evenness index of insect and economic value of lost results unaffected by differences in pesticide application methods. Keywords : Pest, insecticides, potatos, Empoasca sp, Liriomyza sp, Miridae. PENDAHULUAN Tanaman kentang (Solanum tuberosum L) adalah salah satu komoditas hortikultura penting di Indonesia, yang banyak dibudidayakan di dataran tinggi dan menjadi bahan pangan alternatif karena selain mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, juga sebagai sumber karbohidrat yang kaya protein. Tanaman kentang berasal dari Amerika Selatan lalu dibawa dan dikembangkan di Eropa kemudian dijadikan makanan pokok bagi bangsa-bangsa Eropa. Masuknya ke Indonesia tidak diketahui dengan pasti, tetapi pada tahun 1794 kentang ditemukan ditanam di Cisarua (Cimahi,