Wonda dan Tomayahu. 2016. Pendapatan Usahatani Tanaman Kakao 30 Pendapatan Usahatani Tanaman Kakao (Teobroma kakao) Di Kelurahan Hinekombe, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura Metius Wonda dan Evawani Tomayahu Dosen Fakultas Pertanian Universitas Nusantara Manado Jl. Lengkong Wuaya Paal Dua Manado Email: evatomayahu@nusantara.ac.id ABSTRAK Kakao merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan yang berperan penting bagi perekonomian nasional, khususnya penyediaan lapangan kerja, sumber pendapatan dan devisa negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usahatani tanaman kakao yang diusahakan petani di Kelurahan Hinekombe Distrik Waibu Kabupaten Jayapura. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan menggunakan daftar pertanyaan. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan petani menggunakan daftar pertanyaan, sedangkan data sekunder diperoleh dari sumber-sumber data sekunder yang terkait dengan penelitian. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling yang melibatkan petani yang melakukan usahatani kakao sebagai tanaman pokok dengan jumlah responden yang diambil sebanyak 30 petani petani kakao di Kelurahan Hinekombe Distrik Waibu Kabupaten Jayapura. Hasil penelitian Pendapatan yang diterima petani kakao selama satu tahun untuk luas lahan 0,5 ha adalah Rp 1.150.556,- dan untuk luas lahan 1 ha adalah Rp 2.662.500,- Kata Kunci : Kakao, Pendapatan, Perkebunan, Usahatani Farming Income Of Kakao (Theobroma kakao L.) In Hinekombe Village, Waibu Subdistrict, Jayapura District ABSTRACT Kakao is one of important estate commodity for the national economy, since kakao plantation provide a significant number of employment which is support national income and foreign exchange. This study aims to determine farm incomes of kakao farmers in Hinekombein Village, Waibu Subistrict of Jayapura District. Primary data was collected by used of interview and observation guided by a questionnaire. The primary data obtained through interviews with farmers using a questionnaire. Secondary data has been obtained from secondary data sources associated with the research. Sampling was done by simple random sampling for cocoa farmers in Hinekombe Village, number of respondents was 30 farmers cocoa farmers This study showed that annual revenue of cocoa of farmers which has 0.5 of cultivated area was Rp 1,150,556. The revenue of farmer which has 1 ha of cultivated area was Rp. 2.662.500. Keyworks: Kakao, Income, Estates, Farms PENDAHULUAN Tanaman kakao (Theobroma kakao) adalah jenis tanaman yang berasal dari hutan hujan tropika Amerika Selatan. Di Papua Nugini (PNG), hibrida mulai berbunga setelah 30 bulan setelah tanam, sedangkan tanaman klonal hanya 15 24 bulan. Produksi puncak tercapai pada saat pohon mencapai umur 4 5 tahun, dan dapat bertahan selama 20 tahun atau lebih jika pengelolaannya baik (Anonimous, 2009) Di Indonesia, kakao merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan yang peranannya cukup penting bagi perekonomian nasional, khususnya sebagai penyedia lapangan kerja, sumber pendapatan dan devisa negara. Di samping itu kakao juga berperan dalam mendorong pengembangan wilayah dan pengembangan agroindustri. Pada tahun 2002, perkebunan kakao telah menyediakan