Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitektur & Teknik Sipil) Vol. 5 Oktober 2013 Bandung, 8-9 Oktober 2013 ISSN: 1858-2559 S-24 Suyudi dkk, Aplikasi Word Completion… APLIKASI WORD COMPLETION DAN WORD PREDICTION UNTUK AKUISISI STRUKTUR MORFEMIS PADA LEARNING DISABILITY Ichwan Suyudi 1 Hendro Firmawan 2 Rita Sutjiati 3 Puji Sularsih 4 Fakultas Sastra Universitas Gunadarma Abstrak Aplikasi word completion diadaptasi berdasarkan kebutuhan seorang individu mengetik di keyboard komputer. Word Completion digunakan untuk mempermudah kinerja pengetikan dan sekaligus sebagai bentuk perpaduan antara fungsi ejaan, tata bahasa dan koreksi manual. Tujuan penelitian ini adalah merancang piranti lunak untuk membantu keterbatasan anak learning disability dalam mengetik menggunakan keyboard. Ciri khas anak learning disability adalah sering mengoptimalkan pandangan mata untuk mengenal suatu kata, sehingga alat bantu ini dirancang dengan tampilan warna yang menarik dan ukuran huruf yang relatif lebih besar dibanding ukuran pengetikan pada umumnya. Abjad dengan ukuran yang cukup besar dapat lebih mudah dikenali dan secara otomatis memunculkan notifikasi pilihan yang diinginkan. Melalui uji coba, diperoleh hasil bahwa word completion akan berfungsi ketika anak mengetik dengan pilihan 1 karakter (fonem), 2 karakter (silabel) dan multi silabel (kata ) untuk menemukan kata yang diinginkan. Kata kunci : piranti lunak, learning disability, word completion, kemandirian PENDAHULUAN Anak-anak berkesulitan belajar spesifik adalah anak yang mengalami ketidakmampuan belajar yang disebabkan karena disfungsi minimal otak. Kesulitan yang dialami anak berwujud kesulitan membaca, kesulitan menulis, kesulitan mengeja, dan kesulitan matematika, kesu- litan berkomunikasi verbal dan gangguan motorik. Anak yang mengalami kesulitan belajar spesifik mempunyai masalah dalam bahasa dan fonologi (kira-kira 60- 70%), lebih banyak dibandingkan dengan gangguan persepsi visual dan ketrampilan motorik (kira-kira 10%), selebihnya gangguan-gangguan belajar spesifik yang lain (kira-kira 20-30%). Kesulitan belajar spesifik banyak terjadi pada anak-anak usia 8 tahun (Badian, 1996). Charles E. Merrill (1980) menjelaskan tentang ciri- ciri learning disability adalah hiperaktif, gangguan persepsi-motor, emosinya labil, lemah dalam koordinasi, kacau perha- tiannya, impulsif, kacau pada ingatan dan berpikir, mempunyai masalah khusus pada bidang membaca, menulis, mengeja, mempunyai masalah dalam bahasa, baik pada waktu bicara maupun mendengar- kan, adanya gangguan neurologi. Melihat karakteristik anak berkesulitan belajar spesifik akan membawa akibat psikologis baik pada anak itu sendiri maupun pada orang lain di sekitar anak tersebut. Kegiatan pengenalan dan penge- tahuan tentang morfem pada dasarnya adalah kemampuan dasar untuk mengenal kata, literasi, dan merupakan proses sensoris. Slamet dan Vismaia (2003) menjelaskan membaca merupakan proses sensoris, di mana isyarat dan rangsangan untuk kegiatan membaca itu masuk