Upaya Mengenalkan Asmaul Husna Melalui Metode Bercerita Pada Anak Usia Dini Rausyan Fikr. Vol. 17 No.1 Maret -No.2 September 2021. ISSN. 1979-0074 e-ISSN. 9 772580 59418746 UPAYA MENGENALKAN ASMAUL HUSNA MELALUI METODE BERCERITA PADA ANAK USIA DINI Zulfitria Nur Budhi Cahyani fzulfitria@umj.ac.id Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Jalan KH. Ahmad Dahlan Cireundeu-Ciputat Timur,15419 Zainal Arif zarifpambon@gmail.com Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Tangerang, Jln. Perintis Kemerdekaan I Babakan No.33 Tangerang-Banten ABSTRACT Asmaul Husna can be interpreted as the names of Allah SWT who are good, noble, and great. The introduction of Asmaul Husna can be started when the child begins to enter early childhood education. But the ways are different with adults. Early childhood education must be fun, with the concept of playing or with stories that are easily digested by early childhood, so that children are happy and not burdened. The introduction of Asmaul Husna in early childhood can be done by using the right storytelling method that is in accordance with the level of understanding of early childhood. The choice of media and storytelling techniques also affects children's understanding. The more interesting the methods, techniques and media used, the more students will understand the Asmaul Husna delivered. This research is a classroom action research (CAR) using two cycles for Kindergarten A students (aged 4-5 years). The results of this study showed an increase in the ability to listen to stories, the ability to understand the essence of the story and Asmaul Husna and the understanding of the language used so that it can be concluded that the introduction of Asmaul Husna with the storytelling method is easily understood by early childhood. Keywords: Asmaul Husna, storytelling, early childhood ABSTRAK Asmaul Husna dapat diartikan sebagai nama-nama Allah SWT yang baik, mulia, dan agung. Pengenalan Asmaul Husna bisa dimulai saat anak mulai memasuki pendidikan usia dini. Namun cara-caranya berbeda dengan orang dewasa. Pendidikan anak usia dini harus menyenangkan, dengan konsep bermain atau dengan cerita-cerita yang mudah dicerna oleh anak usia dini, sehingga anak senang dan tidak terbebani. Pengenalan Asmaul Husna pada anak usia dini dapat dilakukan dengan menggunakan metode bercerita yang tepat yang sesuai dengan tingkat pemahaman anak usia dini. Pemilihan media dan teknik bercerita juga mempengaruhi pemahaman anak. Semakin menarik metode, teknik dan media yang digunakan maka akan siswa akan makin paham dengan asmaul husna yang disampaikan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan dua siklus pada siswa TK A (usia 4-5 tahun). Hasil penelitian ini terdapat peningkatan kemampuan mendengarkan cerita, kemampuan memahami inti cerita dan asmaul husna serta pemahaman bahasa yang dipakai sehingga dapat disimpulkan bahwa pengenalan asmaul husna dengan metode bercerita mudah dipahami oleh anak usia dini.