Yunitasari et al., Pola Sidik Jari Tangan dan Ciri Fisik Penderita Sindrom Down ..... 34 Pola Sidik Jari Tangan dan Ciri Fisik Penderita Sindrom Down di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Jember ( Fingerprint Patterns and Physical Characteristics of Down Syndrome in Jember Disability Schools) Indah Yunitasari, Mahriani, Rike Oktarianti Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jember Jln. Kalimantan 37, Jember 68121 E-mail: rike.fmipa@unej.ac.id Abstrak Sindrom down merupakan kelainan akibat penambahan jumlah kromosom tubuh nomor 21 sehingga mempengaruhi ciri fisik, pola dan jumlah sulur ujung jari tangan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ciri fisik, pola sidik jari dan jumlah sulur penderita sindrom down. Pengambilan sampel dilakukan di SLB Kota Jember, data ciri fisik didokumentasikan, dideskripsikan dan dianalisis dengan Uji Wilcoxon untuk mengetahui signifikansi perbedaan dengan orang normal. Pola dan jumlah sulur dilakukan perekaman dengan menempelkan ujung jari pada bantalan tinta selanjutnya ditempelkan pada kertas HVS. Selanjutnya ditentukan pola sidik jari dan dihitung jumlah sulurnya. Jumlah sulur selanjutnya diuji Independent Sampel T-Test untuk mengetahui perbedaan dengan orang normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ciri fisik siswa SLB Kota Jember mempunyai perbedaan yang signifikan dengan orang normal meliputi hidung pesek, mulut kecil dan cenderung membuka, jari tangan pendek. Ketiga parameter tersebut pada Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang nyata dengan orang normal. Karakter lain yaitu mata sipit dan membujur keatas serta terdapat lipatan mata ( epikantus), ujung lidah yang melebar, telapak tangan siswa umumnya mempunyai garis simian, jari kelingking yang bengkok, serta pada jari kaki pertama dan kedua mempunyai jarak lebar. Pola sidik jari siswa adalah loop ulnar (84,17%) dengan jumlah sulur rata-rata 145,59 sulur, lebih banyak dari orang normal. Hasil uji Independent Sampel T-Test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara siswa penderi sindrom down dengan orang normal. Kata Kunci: pola sidik jari, sindrom down, SLB. Abstract Down syndrome is an abnormality due to the addition number of chromosomes 21 st that affects the physical characteristics, patterns and ridges count of the fingertips. The purpose of this study was to determine the physical characteristics, fingerprint patterns and number of fingerprint ridges. Sampling carried out at the disability school in Jember. Physical characteristics data were documented, described and analyzed by the Wilcoxon Test to determine the significance of differences with normal people. The fingerprint pattern and amount of ridges recorded by attaching the fingertips to the ink pads then affixed to the HVS paper. The fingerprint pattern was determined and the number of ridges was calculated. The number of ridges was tested by the Independent Sample T-Test to find out the difference between down syndrome’s student and normal people. The results showed that the physical characteristics of down syndrome students of the Jember disability schools had significant differences with normal people including pug nose, small mouth and tend to open, short fingers. The three parameters in the Wilcoxon Test revealed a significant difference with normal people. Other characters are narrow eyes and longitudinal upward and there are eye folds (epicantus), widened tip of the tongue, students' palms generally have simian lines, bent little fingers, and on the first and second toes have wide distances. The down syndrome student's fingerprint pattern was the ulnar loop (84.17%) with an average number of ridges was 145.59 that higher than normal people. The results of the Independent T-Test sample showed a significant difference between Down Syndrome students and normal people. Keywords: fingerprint patterns, down syndrome, SLB. PENDAHULUAN Setiap individu mempunyai identitas diri berupa sidik jari yang terbentuk sejak janin dalam kandungan berusia 13 minggu sampai 24 minggu (Akingbade et al., 2014). Sidik jari yang terbentuk akan tetap dipertahankan seumur hidup dan mempunyai perbedaan pada setiap individu (Purbasari dan Sumadji, 2017). Perbedaan ini dapat dilihat dari pola dan jumlah sulur ujung jari yang dapat digunakan untuk mengungkap kelainan seseorang (Suftini, 2007). Sidik jari pada manusia mempuyai tiga pola utama yaitu arch, loop dan whorl (Sufini, 2007; Mundijo, 2016; Purbasari 2017). Pola arch merupakan pola paling sederhana yang dapat ditemukan di ujung jari. Pola ini membentuk kurva yang cekung secara proksimal dan membentuk garis sejajar yang melengkung menyerupai busur serta tidak mempunyai triradius. Pola arch dibagi menjadi tented arch dan plain arch (Ainur et al., 2009). Tented arch terbentuk dari garis lengkung yang bertemu pada suatu titik, sedangkan plain arch membentuk lengkungan dari satu sisi ke sisi lain yang tidak simetris (Ainur et al., 2009; Ramani et al., 2011). Pola loop terbagi atas loop radial dan loop ulnar.Pola loop membentuk garis lengkung seperti kait yang berulang yang mempunyai satu triradius, apabila lengkungan tersebut BERKALA SAINSTEK 2019, VII (2): 34-38 ISSN : 2339-0069