Volume 5 No. 1 November 2019 ISSN (print) 2477-2089 (online) 2621-1262 Jurnal Rekayasa Sistem Industri Page 41 PENGARUH TINGKAT KEBISINGAN TERHADAP PENINGKATAN DENYUT NADI PADA OPERATOR LINI PRODUKSI (STUDI KASUS: PT XYZ) Rama Dani Eka Putra 1* , Fuad Dwi Hanggara 2 1,2 Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Universal Komplek Maha Vihara Duta Maitreya, Bukit Beruntung, Sungai Panas, Batam, 29433 *e-mail : ramadaniekaputra1727@gmail.com Abstract PT. XYZ is a company engaged in the processing of semi-finished rubber (crumb rubber) located in Pekanbaru City. Based on preliminary observations it is known that there are several production areas that are exposed to noise exceeding the set threshold, in addition to the perceived noise the operator is also still doing manual material handling with a very large product unit load. This is thought to be a decrease in work quality. Declining in work quality is usually caused by too much work that uses physical labor force. So this study aims to determine whether there is an influence of engine noise with physical workload felt by the operator and know the factors that affect the operator's pulse to noise in the production line of PT. XYZ The method used in this study is the physiology method and ANOVA test. Based on the results of the discussion there is an influence between the level of engine noise with the physical workload felt by the operator at PT. XYZ and the factors that affect the pulse of the operator are age, work experience and also the work load. Keywords: Physical Workload, Physiological, Noise 1. Pendahuluan Penurunan dalam kualitas kerja biasanya disebabkan karena terlalu banyaknya pekerja menggunakan kekuatan kerja fisik. Secara umum yang dimaksudkan dengan kerja fisik adalah kerja yang memerlukan kekuatan otot manusia sebagai sumber tenaganya. Kerja yang memerlukan energi fisik sering kali disebut sebagai “manual operation” di mana kinerja operator sepenuhnya akan tergantung pada manusia yang berfungsi sebagai sumber tenaga atau pun pengendali kerja (Wignjosoebroto, 2008 dalam Salsia et al., 2018). Hal lain yang dapat menurunkan kualitas kerja adalah kebisingan. Kebisingan adalah semua bunyi yang mengalihkan perhatian, menggangu atau berbahaya bagi kegiatan sehari-hari (Setiawan, 2010) Kebisingan dari mesin yang sedang digunakan juga dapat menjadi faktor pengaruh beban kerja karyawan, berdasarkan pengukuran kebisingan suara yang ada di 4 stasiun pabrik PT. XYZ, 3 stasiun mempunyai nilai kebisingan yang berada di atas ambang batas yang telah ditentukan. Menurut (Huldani, 2012) yang menyimpulkan hasil penelitiannya bahwa terdapat peningkatan tekanan darah pekerja pada intensitas kebisingan diatas nilai ambang batas. (Wardani, Kedokteran, & Sebelas, 2013) dalam hasil penelitiannya menunjukkan bahwa ada hubungan antara tekanan darah karyawan dengan intensitas kebisingan. Peningkatan tekanan sistole dengan nilai diatas 85 dBA mempunyai kemungkinan 0.2 kali untuk meningkatkan tekanan sistole responden. (Sandi I, 2013) dalam penelitiannya menyebutkan bahwa rata-rata denyut nadi normal seseorang adalah 60-80 per menit, bila denyut nadi semakin tinggi akan menyebabkan kekuatan fisik yang lebih banyak lagi dalam bekerja. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 261 Tahun 1998, area kerja yang menggunakan mesin mengeluarkan suara melebihi 85 dB dalam satu hari dibatasi waktu bekerja selama 8 jam. Pekerjaan yang melebihi batas waktu yang telah ditentukan akan menimbulkan keluhan pada operator. Keluhan yang dirasakan dari operator yaitu menurunya pendengaran dan konsentrasi pekerja. Berdasarkan observasi awal didapati suatu fakta bahwa operator masih mengangkut lempengan karet menggunakan troli manual dengan beban 500 kg. Hal ini tentunya sangat menyulitkan operator dalam memindahkannya dari area penggilingan. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan maka ditetapkan tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh kebisingan mesin dengan beban kerja fisik yang dirasakan oleh operator PT. XYZ