JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 1, (2017) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) C-106 AbstrakKecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, memiliki kawasan wisata pantai Nepa, yang terdiri dari 6 potensi wisata di 3 desa, yakni wisata alam pantai Nepa, wisata alam hutan kera Nepa, makam petilasan Raden Segoro, wisata arung laut, wisata budaya Rokat Tase’, dan wisata buatan waduk Nipah, di Desa Batioh, Desa Nepa, dan Desa Montor. Penelitian deskriptif ini menggunakan analisis deskriptif, yang digunakan untuk mencapai sasaran pertama analisis potensi wisata, sasaran kedua analisis preferensi pengunjung, hingga sasaran terakhir merumuskan arahan pengembangan kawasan wisata pantai Nepa berdasarkan preferensi pengunjung. Rumusan arahan pengembangan kawasan tersebut menghasilkan arahan pengembangan berupa penyediaan, perbaikan, pemeliharaan, dan peningkatan akses prasarana dan sarana pariwisata, peningkatan kesadaran terhadap kelestarian lingkungan dan sikap masyarakat terhadap pengunjung dengan nilai-nilai sapta pesona, penambahan jenis atraksi wisata, penyediaan akomodasi, peningkatan partisipasi masyarakat, dan promosi kawasan, untuk setiap potensi wisata. Kata Kunciarahan pengembangan, kawasan pantai Nepa, potensi wisata, Preferensi pengunjung. I. PENDAHULUAN ARIWISATA adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk sementara waktu dari suatu tempat ke tempat lain, dengan maksud bukan untuk berusaha (business) atau untuk mencari nafkah di tempat yang dikunjungi, tetapi semata-mata untuk menikmati perjalanan tersebut guna pertamasyaan dan rekreasi atau memenuhi keinginan yang beraneka ragam (Yoeti, 1996). Pariwisata adalah suatu aktivitas manusia yang dilakukan secara sadar, yang mendapat pelayanan secara bergantian di antara orang-orang dalam suatu negara itu sendiri, meliputi tempat tinggal orang-orang daerah lain untuk sementara waktu dalam mencari kepuasan yang beraneka ragam dan berbeda dengan apa yang dialami dimana ia memperoleh pekerjaan tetap (Wahab, dalam Yoeti 1983). Dengan demikian, pariwisata bisa diartikan sebagai perjalanan sementara manusia ke tempat lain dengan tujuan memperoleh pelayanan dalam memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani dan keinginan lain yang beraneka ragam di suatu waktu tertentu. Permintaan wisatawan terhadap adanya kegiatan wisata atau tempat wisata selalu tinggi. Hal tersebut mengakibatkan penawaran terhadap pariwisata semakin tinggi dari waktu ke waktu. Pariwisata adalah salah satu dari jenis industri baru yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja, peningkatan penghasilan, standar hidup serta menstimulasi sektor-sektor produktif lainnya. Dengan kata lain, juga meningkatkan daya saing wilayah dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) [1]. Wisata mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi relatif cepat dengan meningkatkan pendapatan, meningkatkan standar hidup dan menstimulasi sector- sector produktivitas lainnya (Nurisyah et al, 2003). Pariwisata juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan menjadi sumber pendapatan bagi penduduk lokal dan menarik investor dari daerah luar (Rosyidie, 2000). Selain itu pajak dan retribusi dari tempat wisata merupakan sumber pendapatan bagi daerah tempat wisata tersebut. Kabupaten Sampang memiliki berbagai tujuan/destinasi wisata. Tujuan wisata, yang utama, yang terdapat di Kabupaten Sampang salah satunya adalah pantai Nepa. Kawasan wisata pantai Nepa terletak di Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang. Pantai Nepa terletak di bagian Utara Kabupaten Sampang, terdiri dari wisata kera Nepa, pantai Nepa, wisata sungai Nepa, waduk Nepa, aktivitas Berlayar, Wisata Budaya Rokat Tase’, dan Makam Petilasan Raden Segoro. Jarak pantai Nepa dari jalan arteri primer sejauh 300 meter dan berjarak kurang lebih 60 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Sampang [2] Kecamatan Banyuates sendiri memiliki luasan sebesar 141,23 km2. Sebagai kecamatan pesisir. Kecamatan Banyuates memiliki jumlah penduduk sebesar 73.625 jiwa, dengan kepadatan penduduk 521 jiwa/km2 [3]. Sejumlah wisatawan domestik telah berkunjung ke pantai Nepa. Hal ini didukung dengan perkembangan wisatawan nusantara (wisnus) yang berkunjung ke wisata kera Nepa yang tercatat pada tahun 2014 sebesar 208 orang [4]. Kondisi sarana dan prasarana pantai Nepa masih belum memadai. Hal ini ditunjukkan dengan akses jalan menuju kawasan pantai sudah rusak, meskipun sudah terjadi perkerasan. Dilain sisi, pantai Nepa masih belum seluruhnya didukung dengan utilitas, seperti air bersih, jaringan telepon, dan jaringan listrik. Masyarakat memperoleh air bersih masih dengan menadah air hujan melalui tandon-tandon terbuka milik masyarakat. Meskipun jaringan telepon belum masuk ke dalam Arahan Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Nepa Berdasarkan Preferensi Pengunjung Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang Tadaki Santoso Hasegawa dan Ema Umilia Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia e-mail: tadaki.santoso.hasegawa@gmail.com P