Majalah Ilmiah Teknologi Elektro, Vol. 17, No. 2, Mei-Agustus 2018 DOI: https://doi.org/10.24843/MITE.2018.v17i02.P03 177 Novadianto Yudha Irawan: Optimasi Penempatan Recloser untuk… p-ISSN:1693 – 2951; e-ISSN: 2503-2372 Optimasi Penempatan Recloser untuk Meningkatkan Keandalan Menggunakan Metode Virus Evolutionary Genetic Algorithm (VEGA) Novadianto Yudha Irawan 1 , Anak Agung Ngurah Amrita 2 , Widyadi Setiawan 3 Abstract Kutampi Diesel Power Plant that supplies the Lembongan Island electrical system has a reliability value index that has not met the standard with SAIDI 95.85 hours / customer / year and SAIFI 76 times / customer / year while the WCS standard for SAIDI is 2.5 hours / customer / year and SAIFI is 3 times / customers / year. Reliability value can be improved one of them by adding recloser. The addition of the recloser should pay attention to the area of frequent interference, the percentage of load and impedance of the electricity system. The VEGA method was used to determine the optimal recloser location by minimizing the SAIDI and SAIFI values. The result of the optimization method using VEGA shows optimal recloser location in the group 5 with the highest fitness 8,8396 with SAIDI 0,0070 hour / customer / year and SAIFI 0,0061 times / customer / year with program running time ± 3,6 minutes. These values indicate the VEGA method is more accurate than the fuzzy and genetic algorithm combination method but requires a longer running time. Intisari PLTD Kutampi yang menyuplai sistem kelistrikan Pulau Lembongan memiliki nilai indeks keandalan yang belum memenuhi standar dengan SAIDI 95,85 jam/ pelanggan/ tahun dan SAIFI 76 kali/ pelanggan/ tahun sedangkan standar WCS adalah SAIDI 2,5 jam/ pelanggan/ tahun dan SAIFI 3 kali/ pelanggan/ tahun. Nilai keandalan dapat ditingkatkan salah satunya dengan memasang recloser. Pemasangan recloser harus memperhatikan daerah yang sering terjadi gangguan, persentase beban dan impedansi jaringan terpasang. Metode VEGA digunakan untuk menentukan letak recloser optimal dengan meminimalkan nilai SAIDI dan SAIFI. Hasil optimasi menggunakan metode VEGA menunjukkan letak recloser optimal berada pada grup 5 dengan fitness tertinggi 8,8396 dengan SAIDI 0,0070 jam/ pelanggan/ tahun dan SAIFI 0,0061 kali/pelanggan/tahun dengan waktu running program ±3,6 menit. Nilai tersebut menunjukkan metode VEGA lebih akurat dibandingkan dengan metode kombinasi fuzzy dan algoritma genetika namun membutuhkan waktu running lebih lama. Kata Kunci — Keandalan, Optimasi, Recloser, VEGA I. PENDAHULUAN Ketersediaan energi listrik sangat berperan untuk menunjang majunya suatu kawasan wisata. Pulau Lembongan sebagai salah satu destinasi wisata favorit harus memliliki sistem kelistrikan yang sesuai standar guna menunjang kemajuan pariwisata dan perekonomian warga lokal. Tahun 2014 sistem kelistrikan Pulau Lembongan yang disuplai dari PLTD Kutampi memiliki nilai indeks keandalan yang belum memenuhi standar dengan SAIDI 95,85 jam/ pelanggan/ tahun dan SAIFI 76 kali/ pelanggan/ tahun sedangkan standar WCS adalah SAIDI 2,5 jam/ pelanggan/ tahun dan SAIFI 3 kali/ pelanggan/ tahun. Pemasangan recloser pada penyulang merupakan salah satu cara untuk meningkatkan nilai keandalan namun tidak bisa diletakkan disembarang titik melainkan harus memperhatikan daerah yang sering terjadi gangguan, persentase beban dan impedansi jaringan terpasang [1]. Permasalahan tersebut merupakan suatu hal yang kompleks, tidak linier, dan sulit didefinisikan sehingga dibutuhkan teknik komputasi yang berorientasi pada kecerdasan buatan. Teknik optimasi yang paling sering digunakan pada penempatan recloser adalah menggunakan metode Genetic Algorithm (GA). Sudah terdapat beberapa penelitian tentang optimasi penempatan recloser yang menggunakan metode GA dan pengembangannya. Penelitian yang terkait dengan penelitian ini yaitu oleh Putra pada tahun 2016 menggunakan metode kombinasi fuzzy dan GA untuk menentukan letak recloser optimal pada penyulang Lembongan yang belum terpasang recloser. Hasilnya didapatkan 10 referensi letak recloser kemudian dipilih 1 yang memiliki fitness paling tinggi sebagai letak recloser [2]. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan GA yang disebut Virus Evolutionary Genetic Algorithm (VEGA). Penggunaan metode VEGA dipilih karena telah dilakukan penelitian oleh Amrita tahun 2007 dengan metode tersebut untuk menentukan posisi bank kapasitor yang bertujuan perbaikan faktor daya dan tegangan sehingga diperoleh rugi- rugi minimum. Hasil penelitian menunjukkan metode VEGA lebih dapat meminimalkan rugi-rugi daya dibandingkan dengan GA [3]. Penelitian ini diharapkan metode VEGA juga mampu memberikan nilai SAIDI dan SAIFI yang lebih kecil dibandingkan penelitian sebelumnya oleh Putra menggunakan metode kombinasi fuzzy dan GA sehingga didapat penempatan recloser yang optimal. Perbandingan hasil optimasi program VEGA dengan metode kombinasi fuzzy GA dikarenakan kedua penelitian tersebut menggunakan data yang sama yaitu penyulang Lembongan agar nantinya hasil optimasi dapat dibandingkan. 1 Mahasiwa, Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Udayana, (e-mail: yudhairawan28@yahoo.com) 2 Dosen, Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Udayana (e-mail: amrita_ngr@yahoo.com) 3 Dosen, Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Udayana (e-mail: widyadi@unud.ac.id )