146 METODE PERANCANGAN STRUKTUR FUNGSI DAN PERAN TATA KELOLA DATA BERBASIS COBIT Budi Yuwono dan Aditya Arinanda Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia, Kampus Baru UI Depok, Jawa Barat, 16424, Indonesia E-mail: yuwono@cs.ui.ac.id Abstrak Tulisan ini mengusulkan suatu metode untuk merancang struktur fungsi dan peran tata kelola data suatu organisasi. Metode ini berorientasi pada permasalahan, yaitu menyusun rancangan struktur berangkat dari permasalahan yang dihadapi organisasi dan memperhatikan unit-unit kerja organisasi yang ada saat ini. Tulisan ini menguraikan penerapan metode ini dalam merancang kerangka kerja tata kelola data untuk meningkatkan dan menjaga kualitas data suatu organisasi. Dari permasalahan kualitas data yang dihadapi, diidentifikasi artifak tata kelola seperti ketentuan, standar, arsitektur yang dibutuhkan untuk mengendalikan permasalahan-permasalahan tersebut; diidentifikasi aktivitas- aktivitas yang dibutuhkan untuk menghasilkan dan mengelola artifak tersebut; diidentifikasi peran dan fungsi yang terlibat dalam aktivitas-aktivitas tersebut; dan akhirnya menata peran-peran tersebut dalam suatu struktur organisasi. Tulisan ini menunjukkan bahwa struktur yang dihasilkan setara dengan struktur yang disusun berdasarkan kerangka-kerangka kerja teoritis, dengan kelebihan adanya spesifikasi tentang siapa yang layak memegang peran dalam struktur tersebut dan apa tanggung jawabnya. Kata Kunci: tata kelola data, rancangan struktur Abstract This paper proposes a method for designing the function structure and of the role of an organization's data governance. The method is oriented to the problem, by arranging the structure of a draft set of issues faced by the organization and showing to organizational work units that exist today. This paper describes the application of this method in designing a data governance framework to improve and maintain the quality of organization's data. From data quality problems, we identified governance artifacts - such as regulations, standards, architecture that is needed to control these problems; identified the activities required to generate and manage these artifacts; identified the roles and functions involved in activities these, and finally organize these roles in an organizational structure. This paper shows that the resulting structure is equivalent to a structure based on theoretical frameworks, with an excess of the specification of who should play a role in the structure and what are the responsibilities. Keywords: data governance, structures design 1. Pendahuluan Menurut Data Governance Institute, tata kelola data (data governance) adalah suatu sistem yang mengatur hak-hak dan akuntabilitas pengambilan keputusan dalam proses-proses terkait informasi, yang dilaksanakan sesuai dengan model-model yang telah disepakati untuk mengatur siapa yang boleh melakukan, terhadap informasi apa, dalam kondisi seperti apa, dan dengan metode apa [1]. Dalam implementasinya, menurut Russom [2], tata kelola data umumnya termanifestasi dalam bentuk dewan tata kelola data di tingkat eksekutif, atau forum serupa yang merumuskan dan menegakkan kebijakan serta prosedur tentang pemanfaatan dan pengelolaan teknis data yang berlaku untuk seluruh organisasi. Russom juga menyatakan bahwa tujuan umum tata kelola data adalah meningkatkan kualitas data, mengakurkan inkonsistensi data, berbagi data secara luas, memanfaatkan agregasi data untuk memperoleh keunggulan kompetitif, mengelola perubahan data dengan memperhatikan pola penggunaan data, dan mematuhi regulasi internal maupun eksternal serta standar penggunaan data yang disepakati. Pada dasarnya, tata kelola data adalah lembaga organisasi yang mengawasi penggunaan dan kegunaan data sebagai aset organisasi [2]. Beragam kerangka kerja tata kelola data dapat ditemui di banyak publikasi, namun saat ini belum ada standar atau