J. MANUSIA DAN LINGKUNGAN, Vol. 23, No.2, Juli 2016: 259-265 POTENSI HUTAN TANAMAN MAHONI (Swietenia macrophylla King) DALAM PENGENDALIAN LIMPASAN DAN EROSI (Potential of Swietenia macrophylla King Forest Plantation for Run Off and Erosion Control) Mashudi*, Mudji Susanto dan Liliana Baskorowati Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan, Jl. Palagan Tentara Pelajar Km. 15 Purwobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta. * Penulis korespondensi. Tel: 0274-895954. Email: masshudy@yahoo.com Diterima: 29 Oktober 2015 Disetujui: 19 April 2016 Abstrak Penelitian dilaksanakan pada hutan tanaman mahoni (Swietenia macrophylla King.) umur 2, 5 dan 9 tahun yang berlokasi di Resort Polisi Hutan (RPH) Getas, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Monggot, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gundih, Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi komunitas vegetasi tegakan mahoni pada beberapa fase umur dan potensinya dalam pengendalian limpasan dan erosi. Masing-masing umur tanaman dibangun 2 petak ukur pengamatan limpasan dan erosi dengan ukuran 22,1 m x 4 m per petak ukur. Sebagai kontrol dibangun 2 petak ukur dengan ukuran yang sama pada lahan terbuka (tanpa tanaman). Pengamatan vegetasi juga dilakukan di dalam petak ukur pengamatan erosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian erosi dan limpasan permukaan tegakan mahoni lebih banyak dikendalikan oleh keberadaan seresah dan tumbuhan bawah. Tingkat erosi yang terjadi pada tegakan mahoni umur 2, 5 dan 9 tahun menurun, yaitu masing-masing menjadi 49,4, 15,3 dan 8,7 % dibandingkan dengan control (lahan tanpa tanaman). Besar limpasan air permukaan pada tegakan mahoni umur 2, 5 dan 9 tahun yang dicerminkan oleh nilai koefisien erosi masing-masing sebesar 0,24 (4 % terhadap kontrol), 0,19 (24 % terhadap kontrol) dan 0,14 (44 % terhadap kontrol). Kegiatan seleksi pada kegiatan pemuliaan akan menghasilkan benih unggul yang akan meningkatkan produksi kayu (biomasa) dan menurunkan laju limpasan dan erosi. Kata kunci: hutan tanaman, mahoni, pengendalian limpasan, pengendalian erosi . Abstract The research was conducted on mahogany (Swietenia macrophylla King.) plantations at 2, 5 and 9 years old located in RPH Getas, BKPH Monggot, KPH Gundih, Central Java. This study was carried out to determine the condition of vegetation communities of mahogany stand on several phases of age and its potential in controlling runoff and erosion. Two observation plots including runoff and erosion were set up by the size of 22.1 m x 4 m per plot. Two plots of the same size were also set up on open land (without plants) as a control. Observation of vegetation was also carried out in the plot observations of erosion. This study revealed that the erosion and the runoff surface of mahogany stand controlled by the presence of litter and undergrowth. The level of erosion of mahogany at 2, 5 and 9 years old declined respectively from 49.4, 15.3 and 8.7% compared to the control (soil without plants). The runoff coefficient value which showing the water runoff in stands of mahogany age of 2, 5 and 9 years were: 0.24 (4% from the control), 0.19 (24% from the control) and 0.14 (44% from the control). The selection activities in tree breeding will improve seed mahogany therefore, can increase the wood production (biomass) and decrease the runoff and erosion. Keywords: forest plantation, Swietenia macrophylla, runoff control, erosion control. PENDAHULUAN Kebutuhan bahan baku kayu untuk kepentingan ekspor maupun domestik terus meningkat, sementara itu potensi kayu dari hutan alam cenderung menurun dari waktu ke waktu. Untuk memenuhi laju kebutuhan kayu tersebut pengembangan hutan tanaman dengan produktivitas tinggi sangat diperlukan. Dalam implementasinya, pengembangan hutan tanaman seyogyanya tidak hanya terfokus pada aspek produksi saja tetapi juga harus mempertimbangkan aspek lingkungan terutama untuk kepentingan pengendalian limpasan dan erosi. Arsyad (2006) dan Utaya (2008) menyampaikan bahwa limpasan dan erosi dapat dikendalikan oleh vegetasi melalui peningkatan laju infiltrasi air ke dalam tanah. Kemudian Pratiwi dan Narendra (2012) menyampaikan bahwa penggunaan bahan organik juga dapat dilakukan untuk menekan laju limpasan dan erosi. Dengan kata lain biomasa (seresah) yang dihasilkan sutau tegakan hutan dapat berfungsi sebagai penghambat laju limpasan dan erosi. Mahoni (Swietenia macrophylla King.) adalah jenis eksotis (Krisnawati dkk., 2011) yang cukup potensial untuk pengembangan hutan tanaman.