220 KENOSIS Vol. 4 No. 2. Desember 2018 NEGOSIASI ANTARA TRADISI DAN MODERNITAS DI PESANTREN AS’ADIYAH SENGKANG SULAWESI SELATAN Muhammad Takbir Malliongi Mahasiswa Pasca Sarjana Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada Email: abhimalliongi@gmail.com Abstract This research discusses the space of negotiation between tradition and modernity at the As'adiyah pesantren Sengkang Wajo in South Sulawesi. The aim is to find the horizon of the As’adiyah-ness in the context of hegemonic modernizing pesantren. The data collection was carried out by using the qualitative method, that is participant observation and interview. The data was analyzed using post-colonial theory. The result is that the modernization of pesantren is the hegemonic to support the development program of the New Order government at the time. Because of it, As'adiyah have to accommodate modernity. However, in the its process determine negotiations between the pesantren tradition and modernity, that is a third place showing a modern organization and integrated curriculum. Keywords: As’adyah Pesantren, Negotiation, the Third Place, Tradition and modernity Abstrak Penelitian ini membahas tentang ruang negosiasi antara tradisi dan modernitas di pesantren As’adiyang Sengkang Wajo Sulawesi Selatan. Tujuannya adalah untuk menemukan horizon ke-As’diyah-an di tengah arus modernisasi pesantren yang hegemonik. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kualitatif, yaitu; participant observation dan wawancara Data tersebut selanjutnya diolah dan dianalisis dengan menggunakan kerangka teori pasca- kolonial. Sebagai hasilnya, tampak bahwa modernisasi pesantren yang berlangsung hegemonik bertujuan untuk mendukung program pembangunan pemerintah Orde Baru. Kenyataan ini pada gilirannya mendorong As’adiyah mengakomodir modernitas. Namun demikian, dalam proses akomodasi As’adiyah tidaklah pasif, akan tetapi berlangsung negoisasi antara tradisi kepesantrenan dan modernitas. Proses ini selanjutnya melahirkan ruang ketiga dalam bentuk organisasi modern dan kurikulum terpadu. Kata Kunci: Pesantren As’diyah, Negoisasi, Ruang Ketiga, Tradisi dan Modernitas.