Jagro Jurnal Media Pertanian, 6(1) April 2021, pp.29-36 Media Komunikasi Hasil Penelitian dan Review Literatur Bidang Ilmu Agronomi ISSN 2503-1279 (Print) | ISSN 2581-1606 (Online) | DOI 10.33087/jagro.v6i1.113 Publisher by : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Batanghari 29 Deteksi Serangga Hama Pada Gudang Penyimpanan Biji Pinang (Areca catechu L.) Menggunakan Beberapa Metode Pengambilan Sampel *1 Santi Sandra, 2 Wilyus, dan 1 Lizawati 1) Balai Karantina Pertanian Kelas IJambi Jln. MTQ Raya No. 1 Jambi36135 2) Program Studi Agroekoteknologi, Pascasarjana, Universitas Jambi Jln. Arif Rahman Hakim, Telanaipura, Kota Jambi 36361 *1 email korespondensi: santi.quart@gmail.com Abstract. The research aims to detect insect in betel nut storage (Areca catechu L) using some sampling methods. The research was conducted by survey method using three sampling methods, namely hand sampling method, yellow sticky trap method, and dome trap method. The parameters observed were types of insect pests found, insect populations obtained, and abundance of pest insect populations. The research was conducted from July to October 2018 in four betel nut storagesin Jambi City and Muaro Jambi District. Insects found in the betel nut storages with three sampling methods were 28 pest species. In the hand sampling method found 16 types of pest insects, in the yellow sticky trap trap method found 21 types of insect pests, and in the dome trap method found 21 types of insect pests. The dominant insects found in the three sampling methods were Ahasverus advena, Araecerus fasciculatus, Callosobruchus spp., Carpophilus dimidiatus, Cryptolestes ferrugineus, Cryptolestes pusillus, Hypothenemus hampei, Lasioderma serricorne, Lophocateres pusillus, Oryzaephilus mercator, Typhaea stercorea, and Tribolium castaneum. Keywords: Pest insects, betel nut storage, hand sampling, yellow sticky trap, dome trap Abstrak. Penelitian dilaksanakan untuk mendeteksi serangga hama pada gudang penyimpanan biji pinang ( Areca catechu L) menggunakan beberapa metode pengambilan sampel. Penelitian dilakukan dengan metode survei menggunakan tiga metode pengambilan sampel, yaitu pengambilan sampel dengan metode hand sampling, metode yellow sticky trap, dan metode dome trap. Parameter yang diamati adalah jenis serangga hama yang ditemukan, populasi serangga hama dan kelimpahan populasi serangga hama yang diperoleh. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli sampai Oktober 2018 pada empat gudang pinang yang ada di Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi. Serangga yang ditemukan pada gudang penyimpanan biji pinang dengan tiga metode pengambilan sampel ada 28 jenis serangga hama. Pada metode hand sampling ditemukan 16 jenis serangga hama, pada metode yellow sticky trap ditemukan 21 jenis serangga hama, dan pada metode dome trap ditemukan 21 jenis serangga hama. Serangga yang dominan di temukan pada ketiga metode pengambilan sampel adalah Ahasverus advena, Araecerus fasciculatus, Callosobruchus spp., Carpophilus dimidiatus, Cryptolestes ferrugineus, Cryptolestes pusillus, Hypothenemus hampei, Lasioderma serricorne, Lophocateres pusillus, Oryzaephilus mercator, Typhaea stercorea, dan Tribolium castaneum. Kata kunci : Serangga hama, gudang pinang, hand sampling, yellow sticky trap, dome trap PENDAHULUAN Pinang (Areca catechu L) merupakan komoditas pertanian Indonesia, yang dipasar internasional dikenal dengan sebutan ”betelnut. Buah ini memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai bahan baku industri kimia maupun farmasi (obat-obatan), hal ini menyebabkan buah pinang mempunyai prospektif yang baik untukekspor (Yudistira, 2014). Provinsi Jambi merupakan salah satu daerah penghasil pinang di Indonesia dengan tiga wilayah sentra komoditi pinang berkualitas baik, yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Muaro Jambi (Suharyon, 2018).Dari hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Balai Penelitian Kelapa dan Pinang Manado, menyebutkan bahwa kualitas komoditi pinang yang ada di Provinsi Jambi jauh lebih baik dari kualitas komoditi pinang yang ada di Nanggroe Aceh Darussalam (Suharyon, 2018). Hal ini terkait dengan rendahnya kadar air (dibawah 6%) komoditi pinang yang dihasilkan di tiga daerah tersebut (Miftahurrocman, 2013). Pada tahun 2018 Provinsi Jambi mengekspor biji pinang sebanyak 112.811,14 ton (BKPJ, 2018). Nilai ekspor pinang dari Provinsi Jambi pada tahun 2018 sebesar 139.330.575 U$ Dolar, nilai ini mengalami peningkatan sebesar 4,98% dari tahun 2017, 132.720.305 U$ Dolar (BPS Jambi, 2019). Tercatat ada 17 Negara tujuan ekspor berdasarkan laporan tahunan BKP Jambi (2018), diantaranya Thailand, Iran, Afganistan, dan Uni Emirat Arab. Biji pinang bernilai ekspor tinggi jika mempunyai kualitas yang baik, hal ini dapat dilihat dari proses penyimpanan di gudang sebelum diekspor (Miftahorrachman, 2007). Biji pinang yang disimpan dapat mengalami perubahan kualitas maupun kuantitas. Serangan serangga hama pada biji-bijian menyebabkan kerugian dan nilai hasil panen menjadi lebih rendah. Di banyak negara berkembang, kerugian biji-bijian pasca panen secara keseluruhan, yang cukup umum sekitar 1015% (Neethirajan et.al, 2007).