734 PROTOTIPE ALAT PENGERING TIPE ROTARI (ROTARY DRYER) BERSUMBER PANAS BIOMASSA UNTUK INDUSTRI PENGOLAHAN PATI SAGU DI PAPUA Wilson Palelingan Aman 1) , Abadi Jading 2) , Mathelda K. Roreng 3 1) Staf Pengajar Jurusan Teknologi Pertanian Universitas Negeri Papua Jl. Gunung Salju Amban Manokwari, Papua Barat Telepon : 081344414413 e-Mail : wilson.tpunipa@gmail.com ABSTRAK Proses pengeringan merupakan salah satu tahapan penting dalam penanganan bahan pangan. Hal tersebut disebabkan karena proses pengeringan dapat memperpanjang masa simpan produk pangan sehingga dapat dikonsumsi lebih lama. Pati sagu merupakan komoditi pangan yang penting di Papua karena merupakan bahan pangan utama selain beras. Untuk memperpanjang masa simpan ati sagu maka perlu melalui proses pengeringan. Salah satu peralatan pengeringan yang dapat digunakan adalah pengering tipe rotari berputar (rotary dryer). Sumber panas pengering dapat berasal dari biomassa untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sebagi sumber panas pembakaran. Permasalahannya adalah belum tersedia peralatan pengering yang sesuai untuk pengeringan pati di Papua. Untuk itu dilakukan penelitian untuk merancang prototipe alat pengering tipe rotari untuk pati sagu dengan sumber panas yang berasal dari pembakaran biomassa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan prototipe alat pengering pati sagu tipe rotari bersumber panas bimassa hasil pembakaran. Parameter pengujian adalah kemiringan silinder pengering berputar yang berpengaruh terhadap lama tinggal (residence time) bahan dalam ruang pengering. Melalui penelitian ini, telah dihasilkan prototipe alat pengering tipe rotari untuk pengeringan pati sagu di Papua. Hasil pengujian dengan kadar air awal pati yang sama sekitar 44% bb, menunjukkan bahwa penggunaan kemiringan silinder pengering sebesar 1 derajat menghasilkan kadar air akhir bahan sebesar 18,32% bb dengan lama pengering 2,25 jam. Kadar air akhir tersebut yang lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan kemiringan 2 dan 3 derajat. Hal ini disebabkan karena kemiringan yang lebih kecil menyebabkan waktu tinggal pati dalam ruang pengering akan lebih lama. Akibatnya aliran udara pengering akan lebih lama melalui pati sagu yang dikeringkan, dengan demikian jumlah air yang diuapkan dari dalam bahan akan lebih banyak. Kata Kunci : pengeringan, tipe rotari, pati sagu, biomass