225 POLA SEBARAN DAN ASOSIASI BAYUR (Pterospermum javanicum Jungh.) DI KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG RINJANI (Distribution Patterns of Bayur (Pterospermum javanicum Jungh.) and Its Associated Plantsin The Gunung Rinjani National Park) Syamsul Hidayat Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor-LIPI Jl. Ir. H. Juanda No.13 Bogor PO BOX 309 Bogor 16003 Tlp. (0251) 8322187-8321657-8322220-8311362; Fax. (0251) 8322187-8313985 E-mail : kriblipi@indosat.net.id; hidayatkbri@yahoo.com ABSTRACT Bayur is one of the commercial timber plants that grow in the Gunung Rinjani National Park (TNGR), especially in the lowland forest. The existence of Bayur very important for the people of Lombok, as well as building materials are also used as a health drink (Bayur wine). The existence of Bayur in the forest is threatened if they do not do surveillance. Studies on distribution patterns and associations, needs to be done to support the existence of Bayur in the region TNGR. Forty sampling plots measuring 10 x10 m2 has been made in traking Senaru. The study only gained 25 Bayur trees per hectare, and dispersed clumped. Through chi-square calculation turns out most of the plant in observation are as not associated with Bayur. Key words: Bayur, distribution patterns, associations ABSTRAK Bayur (Pterospermum javanicum Jungh.) adalah salah satu tumbuhan kayu komersial yang tumbuh di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), terutama di hutan dataran rendah. Keberadaan bayur sangat penting bagi masyarakat Lombok, selain sebagai bahan bangunan juga digunakan sebagai bahan minuman kesehatan (tuak Bayur). Keberadaan bayur di hutan semakin terancam bila tidak dilakukan pengawasan yang ketat. Kajian tentang pola sebaran dan asosiasi bayur dengan tumbuhan lain perlu dilakukan untuk mendukung pengetahuan keberadaan Bayur di kawasan TNGR. 40 plot sampling yang dibuat di jalur traking Senaru diperoleh hasil 25 individu/ha bayur dewasa yang menyebar secara berkelompok. Melalui perhitungan chi-square ternyata sebagian besar tumbuhan di area pengamatan tidak berasosiasi dengan bayur. Kata kunci: Bayur, pola sebaran, asosiasi I. PENDAHULUAN Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), merupakan salah satu bagian dari hutan hujan tropis yang terdapat di wilayah Nusa Tenggara Barat yang terdiri dari berbagai tipe ekosistem dan vegetasi yang cukup lengkap mulai dari hutan tropis dataran rendah (semi evergreen) sampai hutan hujan tropis pegunungan (1.500-2.000 m dpl) yang masih utuh dan berbentuk hutan primer, hutan cemara dan vegetasi sub alpin (> 2.000 m dpl) (Gunawan et al., 2011). Hutan dataran rendah dan hutan hujan tropis pegunungan merupakan daerah terluas yaitu sekitar 45,11% luas kawasan TNGR dan merupakan hutan primer. Bayur (Pterospermum javanicum Jungh.) adalah salah satu jenis vegetasi dominan yang tumbuh di daerah ini (BTNGR. 2011). Bayur (P. javanicum) adalah jenis pohon yang mempunyai prospek komersial tinggi. Meskipun tumbuhan ini tersebar hampir di seluruh Indonesia, namun keberadaannya semakin terancam akibat banyaknya penebangan liar. Kayu bayur masuk dalam kelas awet IV dengan *Diterima : 4 September 2013; Disetujui : 14 Agustus 2014