MITL Media Ilmiah Teknik Lingkungan Volume 5, Nomor 1, Februari 2020 Artikel Hasil Penelitian, Hal. 41-50 Penyisihan Surfaktan dari Limbah Laundry dengan Media Artifisial Kapur-Semen Silvana Herrari 1 , Agus Slamet 2 , Ipung Fitri Purwanti 3 Departemen Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surel: 1 silvanaherrari@gmail.com, 2 agus.tlits@gmail.com ABSTRAK Air limbah laundry yang tidak diolah dapat berdampak buruk pada keseimbangan ekosistem badan air. Air limbah laundry yang banyak mengandung surfaktan akan mengakibatkan pembusaan pada badan air. Kapur telah dikenal dapat menyisihkan surfaktan melalui proses koagulasi-flokulasi. Penggaraman surfaktan dengan media artifisial kapur-semen sebagai media roughing filter perlu dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan diameter media artifisial kapur- semen dan beban hidrolik optimum. Sampel air limbah laundry diambil dari salah satu usaha laundry di Kelurahan Kebonsari Surabaya. Penelitian diawali dengan menganalisis karakteristik sampel air limbah laundry. Penelitian dilakukan secara kontinyu dengan variasi diameter media artifisial kapur-semen (5 mm dan 10 mm) dan debit (Q1 dan Q2). Variasi debit digunakan untuk menentukan nilai beban hidrolik optimum. Garam yang terbentuk diendapkan menggunakan sand filter. Parameter yang digunakan dalam penelitian kontinyu adalah surfaktan dan pH. Selanjutnya dilakukan analisis perubahan konsentrasi parameter dan pengaruh diameter media-beban hidraulik terhadap efisiensi penyisihan surfaktan menggunakan perangkat lunak Minitab 16.1.0.0. Karakteristik awal sampel air limbah laundry mengandung surfaktan sebesar 18,32 mg/L dan pH 8,3. Media artifisial kapur-semen dengan diameter 5 mm dan debit 240 mL/menit atau beban hidrolik 0,029 m 3 /m 2 .menit menunjukkan penyisihan surfaktan pada air limbah laundry yang paling baik yaitu sebesar 69,81%. Faktor diameter dan debit memiliki efek yang signifikan dalam menyisihkan surfaktan. Interaksi antar faktor diameter dan debit tidak memiliki efek yang signifikan dalam menyisihkan surfaktan. Kata kunci Kapur, Laundry, Media, Penggaraman, Surfaktan PENDAHULUAN Kegiatan laundry menghasilkan air limbah yang mengandung konsentrasi senyawa kimia yang tinggi dari penggunaan sabun dan deterjen, suspended solid, dan minyak [1] . Kegiatan laundry rata-rata menggunakan 15 L air untuk 1 kg proses pencucian dan membuang air limbah sebanyak 400 m 3 per hari [2] . Komponen utama dari deterjen adalah surfaktan yang memiliki kemampuan menyisihkan partikulat dan padatan berminyak. Linear Alkyl Benzene Sulfonate (LAS) adalah anion surfaktan utama yang digunakan pada deterjen [3] . Deterjen