Bakhitah, et al/Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan Vol. 6 No. 6 Juni 2019: 1287-1303; EFISIENSI SEBAGAI STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KINERJA KEUANGAN (STUDI KASUS: BMT UGT SIDOGIRI CABANG LUMAJANG) 1287 EFISIENSI SEBAGAI STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KINERJA KEUANGAN (STUDI KASUS: BMT UGT SIDOGIRI CABANG LUMAJANG) 1 Qonitah Bakhitah Departemen Ekonomi Syariah- Fakultas Ekonomi dan Bisnis-Universitas Airlangga Email: qonitah.bakhitah-2015@feb.unair.ac.id Muhammad Nafik H. R. Departemen Ekonomi Syariah- Fakultas Ekonomi dan Bisnis-Universitas Airlangga Email: muhammadnafik@feb.unair.ac.id ABSTRACT: This research aims to determine the efficiency as one of the strategies in increasing the Financial Performance of Baitul mal wattamwil UGT Sidogiri Lumajang. The method used in this research is a qualitative approach with a case study strategy. The object of this research is Baitul maal wattamwil UGT Sidogiri Lumajang. Data collection is done by interviewing informants from Baitul mal wattamwil UGT Sidogiri Lumajang. The results were conducted from observation and interviews by researchers to 3 informants, showed that the strategies by Baitul mal wattamwil included: controlling operational costs, increase third- party Funds (DPK) savings and time deposits, finance clearly directional, and improve our services and product features fee based income, innovating on the technologies used, targeting every employee, , providing training regarding skills needed by employees, performance appraisal systems, employee rewards and promotions based on their contribution in efforts to improve quality, sustainable productivity. Keywords: Strategic, Efficiency, Finance performance, Baitul mal wattamwil UGT Sidogiri Lumajang 1 Jurnal ini merupakan bagian dari skripsi Qonitah Bakhitah, NIM: 041511433149, yang diuji pada tanggal 25 Juni 2019. I. PENDAHULUAN Keberadaan lembaga jasa keuangan mikro syariah seperti Baitul Maal wat Tamwil (BMT) yang bersifat koperasi syariah diharapkan bisa memajukan sektor usaha mikro di masyarakat sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Kehadiran BMT di masyarakat dianggap sebagai jembatan untuk menghidupkan usaha-usaha skala kecil dengan pembiayaan tidak terlalu besar. Mengingat Indonesia masih merupakan negara berkembang yang butuh modal sangat besar untuk menggerakkan perekonomian menjadi lebih produktif di sektor riil, kehadiran BMT diharapkan lebih produktif menyalurkan pembiayaan dan pembinaan kepada masyarakat yang sulit mengakses pinjaman dari lembaga jasa keuangan besar seperti perbankan konvensional maupun syariah. Pertumbuhan BMT di tanah air ini terus melesat, sebagaimana LKMS lainnya, tujuan utama lembaga ini adalah menyediakan permodalan bagi masyarakat yang melakukan usaha mikro dan kecil yang jumlahnya sangat banyak tetapi kesulitan mendapatkan akses permodalan dari lembaga keuangan formal seperti Bank. Selain itu, BMT mempunyai dua fungsi sekaligus yang