Ali Maskur / JIAP Vol. 4 No. 2 (2018) 140-146
140
Jurnal Ilmiah Administrasi Publik (JIAP)
URL: http://ejournalfia.ub.ac.id/index.php/jiap
Innovation in Municipal Waste Management in Malang, Indonesia
Ali Maskur
a
a
Brawijaya University, Malang, East Java, Indonesia
———
Corresponding author. Tel.: +62-811-3680-199; e-mail: 471maskur@gmail.com
ARTICLE INFORMATION ABSTRACT
Article history:
Date submission: 18 July 2018
First revision: 07 September 2018
Accepted: 17 September 2018
Available online: 26 September 2018
This paper described explanation about innovation of waste management reflected
in Waste Bank in Indonesia. Malang district was the suitable place due to the
success of Malang Waste Bank (MWB) in initiating waste management
innovation. Qualitative method was used in order to give clear understanding. The
result showed that there are some innovations was created by waste bank like
waste saving that can be used to finance daily needs such as education, groceries,
health, and social activities. The bank also used information technology to record
and report on customer savings. In order to maintain the sustainability, the waste
bank cooperated with some stakeholders such as local government, National
Electric Company, and some local waste businessman. There are several factors
influencing the success of waste bank in managing waste, including:
understanding of waste business networks and the ability to position itself in the
business networks, supporting from local government and other agencies to
conduct waste business, and involving environmental activists in the waste
management.
INTISARI
Tulisan ini memberikan penjelasan secara eksklusif tentang inovasi pengelolaan
sampah yang tercermin pada Bank Sampah di Indonesia. Kabupaten Malang
adalah tempat yang paling cocok mengingat kesuksesannya dalam mengelola
Bank Sampah. Metode kualitatif digunakan untuk memberikan gambaran yang
jelas tentang fenomena tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat
beberapa inovasi yang dilakukan oleh Bank Sampah seperti tabungan sampah
yang dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari seperti pendidikan,
kesehatan, dan aktivitas sosial. Bank tersebut juga telah memanfaatkan teknologi
informasi dalam proses pencatatan dan pelaporan tabungan anggota. Untuk
menjaga keberlanjutannya, Bank Sampah bekerjasama dengan beberapa pihak
terkait seperti pemerintah daerah, perusahaan listrik negara, dan beberapa pebisnis
sampah lokal. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kesuksesan bank
tersebut diantaranya pemahaman terhadap jaringan bisnis, kemampuan untuk
memposisikan diri dalam bisnis, dukungan pemerintah daerah, dan keterlibatan
aktivis lingkungan.
2018 FIA UB. All rights reserved.
Keywords: innovation, local government,
Malang Wast Bank, waste management
JIAP Vol 4, No 2, pp 140-146, 2018
© 2018 FIA UB. All right reserved
ISSN 2302-2698
e-ISSN 2503-2887