245
© 2019 Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNDIP
JURNAL ILMU LINGKUNGAN
Volume 17 Issue 2(2019) :245-255 ISSN 1829-8907
Strategi Pembangunan Pertanian Berkelanjutan Di Pedesaan
Berbasis Citra Drone (Studi Kasus Desa Sukadamai
Kabupaten Bogor)
Ihsan Arham
1
, Sofyan Sjaf
2
, dan Dudung Darusman
3
1
Program Studi Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Institut
Pertanian Bogor; e-mail: ihsanarham84@gmail.com
2
Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut
PertanianBogor; e-mail: sofyansjaf@apps.ipb.ac.id
3
Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut PertanianBogor; e-mail:
dudungdarusman@gmail.com
ABSTRAK
Sebagian besar aktifitas sektor pertanian berada di pedesaan, sehingga pembangunan pertanian dan desa dapat
berjalan secara bersamaan.Pembangunan pedesaan dan pertanian membutuhkan informasi spasial secara akurat
agar ketepatan dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan dapat tercapai.Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui penggunaan lahan aktual, daya dukung lahan pertanian, dan mengkaji arahan perencanaan
pembangunan pertanian berkelanjutan di Desa Sukadamai.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan data
spasial berupa citra desa yang diperoleh dari inovasi teknologi drone. Analisis penggunaan lahan aktual
menggunakan perangkat lunak Arcgis melalui proses digitasi secara partisipatif. Analisis daya dukung lahan
pertanian dengan menggunakan pendekatan ketersediaan lahan dan kebutuhan lahan.Hasil analisis tersebut
menjadi rujukan untuk mengkaji arahan perencanaan pembangunan desa pertanian berkelanjutan di Desa
Sukadamai.Analisis prioritas alternatif program menggunakan pendekatan Analytical Hierarchy Process
(AHP).Hasil penelitian menemukan bahwa daerah pertanian mendominasi penggunaan lahan di Desa Sukadamai
seluas 112.942 ha (42.693 %).Daya dukung lahan di Desa Sukadamai dalam keadaan defisit atau melampaui daya
dukungnya dengan rasio perbandingan ketersediaan lahan (SL) terhadap kebutuhan lahan (DL) sebesar
0.22.Strategi yang menjadi prioritas utama dalam mewujudkan pembangunan pertanian berkelanjutan di Desa
Sukadamai adalah penerapan inovasi intensifikasi lahan yang efektif dan efisien (0.215).Kriteria yang menjadi
prioritas utama adalah adil secara sosial (0.384).Aktor prioritas utama dalam mewujudkan tujuan pembangunan
adalah pemerintah (0.431).
Kata kunci: Perencanaan spasial, pedesaan, pertanian berkelanjutan, daya dukung lahan, AHP.
ABSTRACT
Most agricultural sector activities are in rural areas, so that agricultural and village development can go hand in
hand. Rural and agricultural development requires accurate spatial information so that accuracy in sustainable
development planning can be achieved. This study was aimed to determine the existing land use, carrying capacity
of agricultural land, and analyze the direction of sustainable agriculture development planning in Sukadamai
Village. This research method uses a spatial data approach in the form of village images obtained from drone
technological innovation. Analysis of existing land use using Arcgis software through a participatory digitization
process. Analysis of the carrying capacity of agricultural land using the approach of land availability and land
requirements. The results of the analysis become a reference for reviewing the strategy of sustainable agriculture
village development planning in Sukadamai Village. Analysis of alternative program priorities using the Analytical
Hierarchy Process (AHP) approach. The results found that agricultural areas dominated 112,942 ha of land use in
Sukadamai Village (42,693%). The carrying capacity of land in Sukadamai Village is in a deficit state or exceeds its
carrying capacity with a ratio of land availability (SL) to land needs (DL) of 0.22. The strategy that becomes the
main priority in realizing sustainable agricultural development in Sukadamai Village is the application of effective
and efficient land intensification innovations (0.215). The criterion that becomes the first priority is socially just
(0.384). The main priority actor in realizing development goals is the government (0.431).
Keywords: Spatial planning, rural, sustainable agriculture, land carrying capacity, AHP
Citation: Arham, I., Sjaf, S., dan Darusman, D. (2019). Strategi Pembangunan Pertanian Berkelanjutan di Pedesaan Berbasis Citra
Drone (Studi Kasus Desa Sukadamai Kabupaten Bogor). Jurnal Ilmu Lingkungan, 17(2),245-255, doi:10.14710/jil.17.2.245-255