Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia 10(1), Juni 2021 ISSN : 2302-187X e-ISSN 2656-3614 23 POTENSI UBI JALAR PUTIH (Ipomoea batatas linneaus varietas) SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus Wahyu Ramadhan 1 , Siti Juariah 1* , Vica Octa Ryani 1 1 Universitas Abdurrab; Jl. Riau Ujung, No 73 Pekanbaru Riau e-mail: sitijuariah@univrab.ac.id ABSTRAK Pertumbuhan bakteri sangat tergantung kepada sumber nutrisi, sumber energi dan kondisi lingkungannya. Nutrien agar (NA) adalah media yang sering digunakan untuk pertumbuhan bakteri. Penggunaan nutrien agar membutuhkan biaya yang besar sehingga dianggap tidak mempunyai nilai ekonomis. Penggunaan media alternatif yang murah, mudah didapat, dan memiliki sumber nutrisi yang besar untuk pertumbuhan bakteri sangan dibutuhkan. Ubi jalar putih (Ipomoea batatas linneaus varietas) memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi sehingga dapat di manfaatkan sebagai sumber karbon untuk pertumbuhan bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi potensi dari ubi jalar putih (Ipomoea batatas linneaus varietas) sebagai media alternatif pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium. Pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus diamati dan angka lempeng total (ALT) dihitung pada media nutrien agar (NA) dan media ubi jalar putih (Ipomoea batatas linneaus varietas). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, nutrien agar (NA) berukuran kecil dari 0,1 cm dengan warna kuning dan berbentuk bulat. Sedangkan pada ubi jalar putih (Ipomoea batatas linneaus varietas) mempunyai ukuran kecil dari 0,1 cm berwarna putih susu dengan bentuk bulat. Hasil perhitungan angka lempeng total (ALT) dari media nutrien agar (NA) adalah 1,6 X (10 4 ) CFU sedangkan angka lempeng total (ALT) dari media ubi jalar putih (Ipomoea batatas linneaus varietas) adalah 8,9 X (10 4 ) CFU. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ubi jalar putih (Ipomoea batatas linneaus varietas) berpotensi digunakan sebagai media alternatif pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Kata kunci: Ubi jalar putih, Staphylococcus aureus, Angka lempeng total (ALT) ABSTRACT Bacterial growth is highly dependent on nutrient sources, energy sources and environmental conditions. Nutrien agar is a medium that is often used for bacterial growth. The use of Nutrien agar requires a high cost, so it is considered to have no economic value. The use of alternative media is cheap, easy to obtain, and has a large source of nutrients for the growth of the required bacteria. White sweet potato ( Ipomoea batatas linneaus variety) has a high carbohydrate content to be used as a carbon source for bacterial growth. The purpose of this study was to reveal the potential of white sweet potato (Ipomoea batatas linneaus variety) as an alternative medium for the growth of Staphylococcus aureus bacteria. This research uses experimental laboratory methods. Staphylococcus aureus growth was observed, and total plate number was calculated on nutrien agar and white sweet potato (Ipomoea batatas linneaus varieties) media. Based on the research results, Nutrien agar is small in size, from 0.1 cm to a yellow colour and round shape. In comparison, the white sweet potato (Ipomoea batatas linneaus variety) has a small size of 0.1 cm, milky white with a round shape. The results of the calculation of the otal plate number from the Nutrien agar medium was 1.6 X (10 4 ) CFU. In comparison, the total plate number from the white sweet potato (Ipomoea batatas linneaus variety) medium was 8.9 X (10 4 ) CFU. From the results of this study, it can be concluded that white sweet potato (Ipomoea batatas linneaus variety) can be used as an alternative medium for the growth of Staphylococcus aureus bacteria. Keywords : White sweet potato, Staphylococcus aureus, Total plate number PENDAHULUAN Bakteri Staphylococcus merupakan patogen bagi manusia dan mamalia lainnya. Staphylococcus dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan kemampuan bakteri tersebut untuk membekukan plasma darah (reaksi koagulase). Staphylococcus dengan koagulase - positif merupakan spesies Staphylococcus aureus yang paling patogen. Staphylococcus aureus mengekspresikan berbagai protein ekstraseluler dan polisakarida, beberapa diantaranya berkorelasi dengan virulensi (Ekawati 2018). Bakteri membutuhkan media yang mengandung banyak sumber nutrisi agar tetap tumbuh dengan baik. Karbohidrat sangat dibutuhkan oleh bakteri karena karbohidrat merupakan substrat utama untuk metabolisme bakteri. Hampir setengah berat kering suatu bakteri adalah unsur karbon. Karbon dapat ditemukan dalam senyawa karbohidrat sehingga karbohidrat sangat berperan penting untuk pertumbuhan bakteri. Bahan yang bisa digunakan untuk media pertumbuhan bakteri adalah bahan yang mampu menyediakan nutrisi untuk pertumbuhan bakteri (Radji 2009). Ubi jalar putih mengandung nutrisi seperti: air (65,24%), protein (0,87%), lemak (0,95%), abu (0,93%), karbohidrat (28,79%), serat (65,24%), kalori 123, kandungan karbohidrat ubi jalar putih lebih tinggi dibandingkan dengan ubi jalar kuning dan ubi jalar ungu, karbohidrat ubi jalar kuning hanya (27,47%) sedangkan ubi jalar ungu hanya (22,64%) (Koswara 2013). Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menemukan adanya kandungan karbohidrat yang berbeda pada umbi gadung dan umbi uwi sebagai media substitusi pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Eschercia. coli. Media pertumbuhan bakteri dari umbi gadung merupakan media yang lebih baik karena banyaknya jumlah populasi bakteri yang tumbuh dibandingkan dengan umbi uwi (Wachidah 2016).