Jurnal ECOTIPE, Volume 6, No.2, Oktober 2019, Hal. 67 - 75 p-ISSN 2355-5068, e-ISSN 2622-4852 Akreditasi Kemenristekdikti (SINTA 4), SK. No.10/E/KPT/2019 DOI: 10.33019/ecotipe. v6i2.1071 Jurnal ECOTIPE, Vol. 6, No.2, Oktober 2019: 67 - 75 2 Peletakan dan Analisis … (Agung Fitrahadi) Peletakan dan Analisis Keandalan Kabel Bawah Laut Bangka-Lepar Agung Fitrahadi 1 , Wijono 2 , Harry Seoktjo 3 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya 123 Email: fitrahadiagung_elektro_ttl@yahoo.com ABSTRACT This study evaluates the reliability of submarine power cable 20 kV Bangka-Lepar. The Submarine power cable also describes the medium voltage distribution network at Bangka-Lepar and determines the correlation of various parameters that affect network operations and then provides information about the power cable itself and laying procedures. Furthermore the research conducts with reliability analysis based on statistical models. This model is used to evaluate characteristics operational cable such as failure rates of natural or human causes, and is also used to choose between two cable routes and to determine one maximum reliability. Keywords : Laying Procedur, Reliability, Submarine Cower Cable INTISARI Penelitian ini mengevaluasi keandalan submarine power cable 20 kV Bangka-Lepar. Submarine power cable ini juga menggambarkan jaringan distribusi tegangan menengah di Bangka-Lepar dan menentukan korelasi berbagai parameter yang mempengaruhi operasi jaringan kemudian memberikan informasi tentang prosedur peletakan kabel. Selanjutnya penelitian dilakukan dengan analisis reliabilitas berdasarkan model statistik. Model ini digunakan untuk mengevaluasi karakteristik operasional kabel seperti tingkat kegagalan dari penyebab alami atau manusia serta juga digunakan untuk memilih antara dua rute kabel dan menentukan satu keandalan maksimum. Kata kunci: Keandalan, Kabel Bawah Laut, Keandalan, Prosedour Peletakan I. PENDAHULUAN Kabel listrik bawah laut telah bertahun-tahun memainkan peranan penting dalam transfer energi pada skala dunia. Pasokan energi listrik ke sebuah pulau kecil melalui kabel bawah laut secara luas telah digunakan. Hal ini ekonomis untuk menhubungkan sistem tenaga yang terisolasi dari sebuah pulau kecil yang terpisah dari pulau utama dengan jarak beberapa kilometer. Sehingga dapat memenuhi pertumbuhan beban dari pulau kecil yang tidak dapat dipenuhi oleh pasokan lokal. Kabel listrik bawah laut juga diperluas ke aplikasi lain seperti interkoneksi antar grid, transmisi daya untuk memenuhi kebutuhan energy listrik dan jaringan komunikasi. Kabel harus memiliki spesisfikasi yang cocok terhadap perlindungan yang bersifat air korosif dan memiliki kemampuan transfer energy listrik tanpa hambatan dan juga tanpa kegagalan. Kualitas konstruksi kabel harus sesuai dengan standar yang tinggi untuk menanggung gangguan mekanik potensi alam atau manusia. Selain karakteristik teknis, kabel harus memungkinkan berfungsi dengan baik dalam lingkungan yang sulit. Ada berbagai parameter yang terkait dengan prosedur peletakan kabel atau reaksi setelah terjadi kegagalan. Prosedur peletakan kabel dilakukan dan dirancang secara khusus atau dibangun menggunakan kapal modern dengan sistem pelacakan posisi dan navigasi. keberhasilan upaya dijaga oleh peralatan khusus yang menjamin prosedur peletakan yang tepat serta perlindungan kabel. Kesalahan pada setiap tahap dapat mengakibatkan biaya keuangan membesar.