Jurnal Natural https://doi.org/10.24815/jn.v17i1.6969 Vol.17, No.1, 2017 pISSN 1411-8513 eISSN 2541-4062 39 ANTIOXIDANT ACTIVITY OF N-HEXANE EXTRACT OF NUTMEG PLANTS FROM SOUTH ACEH PROVINCE Binawati Ginting 1* , Mustanir 1 , Hira Helwati 1 , Lydia Septa Desiyana 2 , Eralisa 1 , Rohmat Mujahid 3 1 Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, 23111, Indonesia 2 Jurusan Farmasi, FMIPA, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, 23111, Indonesia 3 Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, (B2P2TOOT) Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, 57792, Indonesia *Email: binawati@chem.unsyiah.ac.id Abstract. It has tested the antioxidant activity of n-hexane extract respective roots, bark, fruit and seed crops of nutmeg against DPPH. Each extracted by maceration method with n-hexane. The extraction of each plant nutmeg with n-hexane extract obtained yield of n-hexane respectively 8,35%; 81,5%; 11,89% and 55,63%. The result of the antioxidant activity of n-hexane extract of each plant nutmeg against DPPH with a concentration of 25 ppm, 50 ppm and 100 ppm is obtained IC 50 , respectively, are 0,216 ppm, 63,755 ppm, 43,998 ppm and 11,599 ppm and positive control vitamin C ( IC 50 = 3,657 ppm). Vitamin C is a standard compound is more often used than butyl for very high antioxidant activity. The antioxidant activity increases from high to low at the roots, seeds, fruits and bark of plants nutmeg in a row. Based on data GC-MS chemical components of each successive extracts of roots, bark, fruit and seeds are 41, 41, 44, 43 components of secondary metabolites. The main components of each part of the plant based on data from GC-MS are a 5- Octadecanoic acid, linalool, eugenol, myristicin, methoxyeugenol. The compounds are thought to play an active role in inhibiting free radicals from DPPH. n-Hexane extract nutmeg plant potential as an antioxidant. Keywords: Nutmeg (Myristica fragrans Houtt), n-hexane extract, Antioxidant, DPPH I PENDAHULUAN Tanaman pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan tanaman tropis, yang banyak dibudidayakan didaerah Aceh khususnya Aceh Selatan dengan luas lahan sekitar 15.230 Ha [1]. Tanaman pala dikenal sebagai rempah- rempah yang memiliki nilai ekonomi dan multiguna. Seluruh bagian tanaman pala memiliki banyak manfaat untuk manusia, sehingga telah banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang, seperti parfum, kosmetik, makanan dan farmasi [2]. Bagian tanaman pala yang telah banyak dimanfaatkan adalah bagian buah, biji, dan fulinya yang digunakan untuk menghasilkan minyak pala (minyak atsiri) [3]. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri dari biji pala bersifat sebagai antioksidan [4]. Selain itu ekstrak aril dan inti biji tumbuhan ini telah dilaporkan oleh Ref. [5] mempunyai aktivitas antibakteri sedangkan bunga segar pala mempunyai aktivitas antioksidan yang kuat [6]. Senyawa seperti β- karoten dan terpenoid dalam minyak atsiri pala juga berpotensi sebagai antioksidan dan antibakteri [7]. Antioksidan adalah senyawa yang dapat memperlambat proses oksidasi dari radikal bebas. Radikal bebas merupakan atom atau molekul yang memiliki kereaktifan tinggi, hal ini dikarenakan adanya elektron yang tidak berpasangan. Radikal bebas dapat berasal dari sisa hasil metabolisme tubuh dan dari luar tubuh seperti makanan, sinar UV dan asap rokok. Jumlah radikal bebas yang terus meningkat dalam tubuh dapat mengakibatkan terjadinya stres oksidatif sel. Hal ini terjadi karena ketidakseimbangan antara jumlah radikal bebas dengan antioksidan yang dihasilkan oleh tubuh. Jika hal ini terus menerus terjadi maka dapat memicu munculnya penyakit degeneratif seperti kanker, diabetes, peradangan dan kardiovaskur [8]. Untuk saat ini upaya pencariaan senyawa yang perperan sebagai antioksidan terus dilakukan. Ekstrak metanol daun pala mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, terpenoid dan tanin sedangkan ekstrak etil asetat mengandung senyawa flavonoid yang dapat dijadikan sebagai antioksidan, antibakteri, dan