58 Jurnal Radiologi Indonesia Volume 4 Nomor 1, Juli 2018 PENCITRAAN SKINTIGRAFI PADA TRAKTUS URINARIUS Rafkah Rauf 1 , Bambang Soeprijanto 2 , Indrastuti Normahayu 3 , Lenny Violetta 4 1 Departement Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makasar 2 Departemen Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya 3 Departemen Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang 4 Departemen Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya PENDAHULUAN Imejing kedokteran nuklir adalah bidang medis yang menggunakan bahan radioaktif atau juga disebut radiofarmaka, untuk tujuan diagnostik dan terapi. Pada kedokteran nuklir radiasi akan dipancarkan dari dalam tubuh. Oleh karena itu, diberi nama endoradiology. Kedokteran nuklir lebih menekankan studi fungsional dibandingkan dengan studi anatomi, maka disebut physiological imaging modality. Radiofarmaka merupakan senyawa radioaktif yang digunakan ke dalam tubuh. Kamera gamma akan mendeteksi sinar gamma yang dipancarkan radioisotop tertentu. 1,2 Aplikasi klinis kedokteran nuklir pada imejing traktus urinarius pediatrik meliputi ginjal, collecting system, buli-buli dan testis untuk mempelajari anatomi dan diagnosis kelainan patologi serta juga menganalisa fungsi organ. Pencitraan radionuklida ginjal pada pediatrik digunakan untuk penilaian yang akurat fungsi ginjal dan pola drainase. Ada tiga macam radionuklida yang digunakan yaitu flter, eksresi dan drainase. 1,2 Skintigraf ginjal statik dengan technetium 99m di-mercapto-succinic acid (Tc-99m DMSA) digunakan untuk memberikan gambaran detail parenkim ginjal, paling sering untuk menilai adanya jaringan parut ginjal sebagai akibat komplikasi infeksi saluran kemih. 1 Renogram dinamik menggunakan Tc 99m mercapto-acetyl-tri-glisin (Tc-99m MAG3) digunakan dalam penilaian fungsi ginjal dan drainase dengan korelasi yang sangat baik dengan nilai diferential renal function (DRF) pada pemeriksaan dengan DMSA. Ketika anak mampu bekerja sama, pemeriksaan indirect radionuclide cystogram (IRC) dapat menilai terjadinya refuks sehingga cystogram dapat dilakukan tanpa katerisasi. Indirect radionuclide cystogram hanya merupakan metode fsiologis untuk menilai refuks. Kadang-kadang, direct isotope cystogram dosis rendah (DIC) mungkin diperlukan jika fasilitas fuoroscopi buruk (mesin fuoroscopic yang lebih baru dengan radiasi pulsasi memiliki dosis yang sangat rendah, dan oleh karena itu DIC sekarang jarang dilakukan). 3 Tumor nefrourologis seperti rhabdomiosarkoma kandung kemih dan rhabdomiosarkoma prostat mungkin memerlukan staging dengan pencitraan fungsional menggunakan fuorin-18-fuorodeoxyglucose tomograf emisi positron / tomograf komputerisasi (FDG PET-CT). Semakin banyak tersedianya pemindai PET hibrid MRI baru memberikan teknik penilaian fungsional dan diagnostik dalam evaluasi tumor pediatrik. 3