Pengaruh Iradiasi Sinar Gama terhadap Pertumbuhan dan
Regenerasi Kalus Padi Varietas Ciherang dan Inpari 13
Rossa Yunita
1*
, Nurul Khumaida
2
, Didy Sopandie
2
, dan Ika Mariska
1
1
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian, Jl. Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111
Telp. (0251) 8337975; Faks. (0251) 8338820; *E-mail: rossa_yunita@yahoo.com
2
Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor
Diajukan: 12 Agustus 2014; Diterima: 6 November 2014
ABSTRACT
Effect of Gamma Irradiation on the Growth Callus and
Regeneration of Rice Variety Ciherang and Inpari 13.
Rossa Yunita, Nurul Khumaida, Didy Sopandie, and Ika
Mariska. Effect of gamma irradiation on rice callus depends
on the irradiation dose used. Irradiation dose is one of the
factors that affect the genetic changes in the cells of plants.
High doses can result in tissue death, meanwhile low doses
will result in abnormal changes in plant phenotype. The level
of sensitivity of a plant tissue against gamma irradiation is
different. This study aimed to evaluate the growth and
regeneration of callus in various irradiation doses of gamma
ray. The plant materials used were mature embryos of rice
var. Ciherang and Inpari 13. This study used a completely
randomized design with gamma irradiation treatment at
doses of 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90, and 100 Gy. Each
treatment consisted of 10 replicates with 5 embryogenic calli
per bottle. The results showed that the increasing doses of
gamma irradiation increased the percentage of dead callus,
inhibited callus growth, and its ability to regenerate. The
high percentages of callus of Ciherang and Inpari 13 that
formed green spots and adventitious shoots were mostly
obtained from controls. The percentages decreased at
irradiation doses of 10, 20, 30, and 40 Gy. Moreover, the calli
of Ciherang and Inpari 13 were not able to form adventitious
shoots at irradiation doses higher than 40 Gy and 30 Gy,
respectively.
Keywords: Irradiation dose, lethal dose irradiation, rice
callus, gamma ray.
ABSTRAK
Pengaruh Iradiasi Sinar Gama terhadap Pertumbuhan
dan Regenerasi Kalus Padi Varietas Ciherang dan Inpari
13. Rossa Yunita, Nurul Khumaida, Didy Sopandie, dan
Ika Mariska. Pengaruh iradiasi sinar gama terhadap kalus
padi bergantung pada dosis iradiasi yang digunakan. Dosis
iradiasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi
perubahan sifat genetik pada sel tanaman. Dosis iradiasi
yang tinggi dapat mengakibatkan kematian jaringan, sedang-
kan dosis iradiasi rendah akan mengakibatkan perubahan
abnormal pada fenotipe tanaman. Tingkat sensitivitas suatu
jaringan tanaman terhadap iradiasi sinar gama berbeda-
beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertum-
Hak Cipta © 2014, BB Biogen
buhan dan regenerasi kalus pada berbagai dosis iradiasi
sinar gama. Bahan tanaman yang digunakan pada penelitian
ini adalah embrio dewasa padi varietas Ciherang dan Inpari
13. Untuk induksi kalus digunakan media MS + 2,4-D 3 mg/l
+ kasein hidrolisat 3 g/l + prolin 100 mg/l, sedangkan untuk
regenerasi digunakan MS + BA 5 mg/l + TDZ 0,1 mg/l +
prolin 100 mg/l. Penelitian ini menggunakan Rancangan
Acak Lengkap dengan perlakuan iradiasi sinar gama pada
dosis 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90, dan 100 Gy. Setiap per-
lakuan terdiri atas 10 ulangan dengan 5 kalus embriogenik
per botol. Hasil penelitian menunjukkan dengan peningkat-
an dosis iradiasi sinar gama, persentase kalus yang mati
meningkat, pertumbuhan kalus terhambat, dan kemampuan
kalus untuk beregenerasi menurun. Persentase kalus mem-
bentuk spot hijau dan tunas adventif pada varietas Ciherang
dan Inpari 13 paling banyak berasal dari kontrol. Persentase-
nya menurun dengan perlakuan iradiasi pada dosis 10, 20,
30, dan 40 Gy. Pada perlakuan iradiasi pada dosis yang lebih
tinggi daripada 40 Gy untuk Ciherang dan 30 Gy untuk Inpari
13, kalus tidak mampu membentuk tunas adventif.
Kata kunci: Dosis iradiasi, iradiasi dosis letal, kalus padi,
sinar gama.
PENDAHULUAN
Mutasi buatan merupakan salah satu metode
yang telah terbukti dapat meningkatkan keragaman
genetik yang dapat diaplikasikan untuk mendukung
program pemuliaan tanaman. Mutasi buatan dapat
dilakukan dengan perlakuan bahan mutagen, baik fisik
maupun kimiawi. Mutagen fisik, yaitu radiasi sinar X
dan sinar gama, dan mutagen kimia, yaitu EMS dan
DEMS, sering digunakan dalam pemuliaan tanaman
(Kovacs dan Keresztes, 2002).
Dari kedua mutagen tersebut, yang paling banyak
digunakan adalah mutagen fisik sinar gama karena
frekuensi hasil mutasi lebih tinggi dan lebih mudah di-
aplikasikan (Van Haten dan Tomson, 1998). Energi
yang berasal dari iradiasi dapat menyebabkan peru-
bahan struktur dan jumlah kromosom, mengganggu
sistem pembelahan sel, sehingga dapat mengubah
aktivitas gen. Hal ini akan menyebabkan terjadinya pe-
rubahan genetik dalam sel somatik (mutasi somatik)
Jurnal AgroBiogen 10(3):101-108