© 2018, JKLI, ISSN: 1412-4939 – e-ISSN: 2502-7085. All rights reserved. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia 17 (1), 2018, 52 - 58 DOI : 10.14710/jkli.17.1.52-58 Faktor Risiko Bahaya Tempat Kerja dan Lingkungan Rumah terhadap Kesehatan Home-based Worker di Kota Semarang Nikie Astorina Yunita Dewanti 1 , Sulistiyani 1 , Yuliani Setyaningsih 2 , Siswi Jayanti 2 1 Bagian Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang 2 Bagian Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang Info Artikel : Diterima Maret 2018 ; Disetujui Maret 2018 ; Publikasi April 2018 ABSTRAK Latar belakang: Pekerja rumahan (home-based worker) adalah fenomena yang sering ditemui di kaya dan miskin Mereka biasanya bekerja di rumah dalam kondisi yang tidak menguntungkan baik dari aktivitas pekerjaan dan lingkungan rumahnya tanpa perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja seperti pekerja sector formal pada umumnya termasuk kondisi lingkungan rumah yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk melihat risiko bahaya tempat kerja dan lingkungan rumah terhadap kesehatan home-based worker di Semarang. Metode: Jenis penelitian observasional ini dengan menggunakan desain cross sectional, yang dilakukan di 6 kecamatan di Semarang. Sampel penelitian sebanyak 275 pekerja yang dipilih dengan metode Snowball Sampling. Analisis data dengan mengunakan chi-square. Variabel penelitian adalah bahaya tempat kerja dan kondisi lingkungan rumah sebagai veriabel bebas dan gangguan kesehatan sebagai variable terikat, diukur dengan wawancara. Hasil: Kondisi lingkungan rumah yang buruk, seperti ventilasi 118 (42,9%), lantai 141 (51,3%) dan langit-langit rumah 209 (76%). Potensi bahaya fisik yang ditemukan dari aktivitas dan lingkungan kerja home-based worker adalah getaran dan radiasi, sedangkan bahaya kimia yang ada adalah debu. Gangguan kesehatan yang banyak timbul adalah pusing dan sakit kepala 139 (50,5%) pekerja, kesemutan 165 (60%) pekerja, sakit pada tulang dan otot 166 (60,4%) pekerja serta batuk dan sesak nafas 61 (27,2%) pekerja. Kondisi lingkungan rumah pekerja yang signifikan terhadap timbulnya gangguan kesehatan adalah kondisi lantai terhadap timbulnya batuk dan sesak nafas (p-value=0,0001) dan kondisi ventilasi rumah terhadap pusing dan sakit kepala (p-value=0,016). Simpulan: Risiko bahaya pada home-based worker di Semarang timbul dari kondisi lingkungan rumah. Kondisi lantai rumah yang tidak memnuhi syarat menyumbangkan risiko 2,46 kali lebih besar untuk menimbulkan batuk dan sesak mafas. Kondisi ventilasi rumah yang <10% dari luas lantai menyumbangkan risiko 1,35 kali lebih besar terhadap timbulnya pusing dan sakit kepala. Kata kunci: home-based worker; bahaya lingkungan kerja; lingkungan rumah ABSTRACT Title: Risk Factors Workplace and Home Environment Hazards to Home-based Worker Health in Semarang Background: Home-based workers is a common phenomenon in almost all countries. They usually work at home in unfavorable conditions both from their occupational activities and home environment without health and safety protection such as formal sector workers in general, including poor home environment conditions. This study aims to look at the risk of workplace and environmental hazards home to home-based health worker in Semarang. Methods: The study was an observational using cross-sectional design, which was conducted in 6 districts in Semarang. The sample of research is 275 workers selected by Snowball Sampling method. Data were analyzed using chi-square. The research variables are workplace hazard and home environment condition as independent variable and health problem as dependent variable, as measured by interviews and observations. Results: Poor home environment conditions, such as ventilation 118 (42.9%), floor 141 (51.3%) and 209 (76%) house ceiling. The potential physical hazards found in the activity and work environment of the home-based