Available online at http://ejournal2.undip.ac.id/index.php/ruang/ R u a n g P-ISSN 1858-3881 Volume 6 Nomor 2, 2020, 57-66 E-ISSN 2356-0088 Ruang (Vol.6 No. 2, 2020, 57-66) Studi Kasus: Strategi Perencanaan Kawasan Perkotaan Pancur-Pamotan Case Study: Urban Planning Strategy in Pancur and Pamotan Grandy Loranessa Wungo* Universitas Diponegoro, Kota Semarang, Indonesia Abstrak Pancur dan Pamotan merupakan kawasan agropolitan dan memiliki sektor unggulan berupa industri pengolahan berbasis pertanian, dan pertambangan yang tentu mempengaruhi dalam perkembangan aktivitas ekonomi, sosial, dan lingkungan. Namun, terdapat juga permasalahan yang terjadi yaitu menurunnya produktivitas pertanian dan kurangnya ketersediaan infrastruktur menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan memahami isu perencanaan perkotaan secara komprehensif di kawasan perkotaan Kecamatan Pancur dan Pamotan. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran dengan sampling 280 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner secara daring dan observasi lapangan sebagai data dalam penelitian dengan menggunakan content analysis yang meliputi 7 sektor utama digunakan untuk menggambarkan isu kawasan perkotaan Pancur dan Pamotan, kemudian dengan SWOT Analysis untuk menentukan strategi. Hasil penelitian menunjukan bahwa isu utama dari kawasan perkotaan Pancur dan Pamotan ialah mundurnya perkembangan di sektor pertanian yang terbentur dengan kondisi fisik alam, sehingga diperlukan strategi dalam pengembangan sektor lain seperti sektor pariwisata. Kata kunci: SWOT, Isu Perkotaan, Pancur dan Pamotan Abstract Pancur and Pamotan is an agropolitan area and has a leading sector in the form of agriculture-based processing industry. Mining positively influences the development of economic, social, and environmental activities. However, some problems occur, namely declining agricultural productivity and the lack of availability of infrastructure is an obstacle to economic growth. This study aims to understand the urban planning issues of Pancur and Pamotan sub-districts. This study uses a mix-method approach and taking 280 samples. Data collection using online questionnaires and field observations as data in research with SWOT analysis techniques covering seven main sectors to describe the issue of Pancur and Pamotan urban areas. The research results show that the central issue of the urban areas of Pancur and Pamotan is the retreating development in the agricultural sector, which collides with natural physical conditions so that the development of other industries such as the tourism sector is needed. Keyword: SWOT, Urban planning issues, Pancur and Pamotan 1. Pendahuluan Jawa Tengah merupakan salah satu wilayah penghasil produk pertanian terbesar di Indonesia. Pada tahun 2019, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah menghasilkan produktivitas pertanian padi sebanyak 44,04 kuintal/hektar (BPS Provinsi Jawa Tengah, 2020) dimana Kecamatan Pancur dan Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang merupakan kawasan * Corresponding author. Grandy Loranessa Wungo. E-mail address: grandywungo@live.undip.ac.id.