Kajian Etnomusikologi Fungsi Dan Makna Nyanyian Koa Kiku Pada Masyarakat Dawan Di Desa Kuanheun, Nusa Tenggara Timur | Marsi Bombongan Rantesalu | Apriyana Sole 1 Kajian Etnomusikologi Fungsi Dan Makna Nyanyian Koa Kiku Pada Masyarakat Dawan Di Desa Kuanheun, Nusa Tenggara Timur Marsi Bombongan Rantesalu Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Kupang marsibombongan@gmail.com Apriyana Sole Peneliti Etnomusikologi Nyanyian Ritual apriyanasole@gmail.com Abstrak Musik sebagai media ekspresi merupakan suatu cetusan atau ungkapan isi hati. Dalam hal ini kita dapat melihat hubungan antara kaidah-kaidah estetis musik dengan emosi manusia. Musik bekerja di bawah sadar, menciptakan atau meningkatkan suasana hati dan membuka kunci memori yang paling dalam.Secara admunistratif desa Kuanheun merupakan salah satu dari 12 Desa/Kelurahan yang berada dalam kecamatan Kupang Barat dan berada di bagian barat kecamatan kupang barat, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tujuan dalam penelitian ini ialah mengkaji dan mendekripsikan fungsi dan makna nyanyian Koa Kiku di desa Kuanheun. Fungsi nyanyian Koa Kiku yaitu fungsi hiburan, komunikasi, norma sosial, kesinambungan budaya, pengintegrasian masyarakat, dan fungsi edukasi. Sementara makna nyanyian Koa Kiku sebagai seruan penghormatan, tanda permintaan dan simbol kebersamaan. Kata Kunci: Koa Kiku, Etnomusikologi, Kuanheun 1. Pendahuluan Musik adalah bahasa yang universal. Secara sederhana, ungkapan tersebut memiliki makna bahwa musik tidak hanya dimiliki, digemari dan digunakan dalam aktivitas budaya suatu masyarakat, tetapi juga memiliki karakter penting dari masyarakat tersebut sebab suatu musik dapat menampilkan atau menjadi ciri identitas dari masyarakat pemiliknya. Musik sebagai seni digunakan untuk mengekspresikan perasaan atau gagasan pemikiran dari individu atau komunitas masyarakat. Musik juga digunakan dalam acara resmi ataupun sekedar hiburan untuk relaksasi. Oleh sebab itu, secara fungsional, musik lebih mampu dan ekspresif mengungkapkan perasaan daripada bahasa baik lisan maupun tertulis karena bentuk-bentuk perasaan manusia jauh lebih dekat atau sesuai dengan bentuk-bentuk musikal daripada bentuk bahasa. 1 Sebagai media ekspresi, musik juga merupakan suatu cetusan atau ungkapan isi hati. 2 Dalam hal ini kita dapat melihat hubungan antara kaidah-kaidah estetis musik dengan emosi 1 Sukanti Susantina, Nada-Nada Radikal: Perbincangan Para Filsuf Tentang Musik (Yogyakarta: Panta Rhei Offset, 2004), 2.