JURNAL TUNAS PENDIDIKAN e ISSN-2621-1629 Vol. 3. No. 2 (Februari 2021) http://ejournal.stkip-mb.ac.id/index.php/pgsd/login MANAJEMEN PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK PENYANDANG TUNAGRAHITA Iefone Shiflana Habiba 1 , Farid Setiawan 2 Universitas Ahmad Dahlan Jurusan Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan e-mail: 1 Iefoneshiflana@gmail.com , 2 farid.setiawan@pai.uad.ac.id ABSTRAK Kekerasan seksual ataupun pelecehan seksual selalu menjadi permasalahan yang tidak kunjung meredam, setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan. Kekerasan seksual bisa menimpa siapa saja, termasuk anak penyandang tunagrahita. Anak penyandang tuna grahita adalah mereka yang mengalami keterbelakangan mental, dimana kondisi mentalnya berada dibawah batas normal, kondisi tersebut juga dikenal dengan Retardasi Mental, akan tetapi secara fisik mereka normal. Sudah semestinya untuk memberikan edukasi kepada mereka mengenai pendidikan seksual, karena bagaimanapun juga mereka harus mandiri dan bisa berdiri dengan kaki mereka sendiri. Sehingga dibutuhkan suatu pengelolaan manajemen yang tepat dalam menyampaikan pendidikan seksual kepada mereka. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan manajemen pendidikan yaitu pembelajaran tentang perbedaan gender dan penanaman pendidikan karakter. Model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran sentra, dengan konsep bermain peran. Hal tersebutlah yang akan dibahas dalam artikel ini guna mengentaskan anak-anak penyandang tunagrahita dari kekerasan atau pelecehan seksual yang mengancam masa depan mereka. Kata kunci: Seksual, pendidikan, dan tunagrahita. ABSTRACT Sexual violence or sexual harassment has always been a problem that never stops, every year it always increases. Sexual violence can happen to anyone, including children with mental retardation. Children with mental disabilities are those with mental retardation, where their mental condition is below normal limits, this condition is also known as mental retardation, but physically they are normal. It is appropriate to educate them about sexual education, because after all they have to be independent and be able to stand on their own feet. So it takes a proper management management in delivering sexual education to them. Based on the results of the research, it was found that educational management was learning about gender differences and the cultivation of character education. The learning model that can be applied is the center learning model, with the concept of role playing. This is what will be discussed in this article in order to alleviate children with mental retardation from violence or sexual harassment that threatens their future. Keywords : Sexual, education, and retardation mental. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan parameter kemajuan suatu bangsa, hanya dengan pendidikan kita dapat memperbaiki seluruh aspek kehidupan berbangsa, bernegara maupun beragama. Kemajuan dalam bidang ekonomi, sosial politik, budaya dan agama itu di dorong oleh kemajuan pendidikan. Maka, tidaklah salah apabila seseorang mendefenisikan pendidikan sebagai sebuah upaya memanusiakan manusia. Menyadari akan besarnya pengaruh perkembangan zaman, dimana segala hal bisa diakses atau dilakukan secara mudah, tentu 77