Volume 24 No. 3, Juli - September 2018 p-ISSN: 0852-2715 | e-ISSN: 2502-7220 http://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/jpkm/article/view/11644 Diterima pada: 27 Agustus 2017; Di-review pada: 23 September 2017; Disetujui pada: 10 Desember 2018 836 ANALISIS PENGELOLAAN PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMI KELUARGA PERWAKILAN BADAN KEPENDUDUKAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL (BKKBN) PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2013 – 2017 Muhammad Ancha Sitorus BKKBN Perwakilan Provinsi Sumatera Utara *Penulis Korespondensi: anchasitorus@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peranan kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) dalam pemberdayaan ekonomi keluarga serta peningkatkan keterlibatan keluarga dalam KB. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap p e n u r u n a n a n g k a k e m i s k i n a n s e r t a penurunan angka Total Fertility Rate (TFR). Metode penelitian yang digunakan adalah metode evaluasi dengan teknik pengumpulan data menggunakan analisis data sekunder kemudian melakukan verifikasi data dengan wawancara kepada pengelola UPPKS di BkkbN Perwakilan Provinsi Sumatera Utara yakni Kepala Kantor Perwakilan BKKBN Sumatera Utara, Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Kepala Sub Bidang Pemberdayaan Ekonomi Keluarga. Berdasarkan hasil analisis data kelompok UPPKS selama lima tahun terakhir, penganggaran dana untuk pengembangan kelompok mengalami fluktuasi sehingga mempengaruhi kondisi keterlibatan anggota kelompok termasuk keturutsertaan dalam ber-KB. Terdapat 1.667 jumlah kelompok UPPKS dan hanya diikuti oleh 1,95% keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I dari total 558.781 keluarga keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I yang ada di Sumatera Utara. Anggota kelompok UPPKS yang ber KB 1,87% dari total 558.781 keluarga. Hal ini disebabkan beberapa faktor seperti penurunan anggaran akibat efisiensi oleh pemerintah, penambahan mitra yang membantu pendampingan kelompok UPPKS belum signifikan dan pengurangan akses modal di kelompok yang harus mengembalikan dana modal kelompok ke kas Negara. Kata Kunci: Ekonomi Keluarga, Kelompok UPPKS, Analisis Program Abstract This study aims to evaluate the role Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) in economic empowerment and capacity building in family planning. This can provide information about reducing poverty and decreasing the total fertility rate (TFR). The research method is evaluate method used secondary data analysis using which was then verified by interviewing the UPPKS organizer in BkkbN Representative of North Sumatra Province, Head of BKKBN North Sumatra Representative Office, Head of the Family Welfare Division and Head of Family Economic Empowerment Sub-Sector. Based on the results of the UPPKS group data analysis over the past five years, budgeting of funds to develop these groups affects the conditions in the KB. There are 1,667 number welfare family I of UPPKS groups and only 1.95% of families from the total of 558,781 families. Members of the UPPKS group whose family planning is 1.87% of the total 558,781 families. This is caused by several factors that are very helpful by the government, and partners who help mentoring UPPKS groups have not been significant and access capital in groups that are not yet complete. Keywords: Family Economic, UPPKS Group, Program Analysis 1. PENDAHULUAN Dalam pembangunan, kemiskinan menjadi masalah penting yang dihadapi oleh suatu bangsa terutama di negara negara berkembang. Kemiskinan seringkali dipahami sebagai gejala rendahnya tingkat kesejahteraan semata-mata, namun kemiskinan merupakan gejala yang bersifat komplek dan multi dimensi. Ada keterkaitan antar aspek sosial, ekonomi, budaya dan aspek lainnya yang saling mempengaruhi. Pembangunan di Indonesia melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2015 – 2019 yang tertuang dalam salah satu poin pembangunan menekankan arah pembangunan Indonesia salah satunya untuk mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju, dan sejahtera. Konsep ini sesuai dengan kesepakatan pembangunan dunia melalui Sustainable Development Goals (SDGs) yang di dukung oleh konsep pembangunan manusia Indonesia (human develop)