34 ANALISIS PENGAKUAN PENDAPATAN BUNGA ATAS PEMBERIAN KREDIT MODAL KERJA PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT PRISMADANA Timothy Ray Korah 1 David Paul Elia Saerang 2 Heince Wokas 3 Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Sam Ratulangi Manado Email: timothykorah@gmail.com ABSTRACT The largest bank revenue is interest income from credit. In general, bank lending business and one of the most interest product.Therefore the recognition and measurement of the right to credit interest income must be relevant, accurate, and accounted for, so the financial statements truly on the real financial position. The research aims to determine how the accounting treatment of the recognition of interest income on PT.BPR PRISMA DANA is already in appropriate with the applicable accounting standards, The method used in this research is descriptive analysis method. The results of research conducted in PT.BPR PRISMA DANA, showed recognition of loan interest income using the accrual basis or more leads to the realization of the concept.Except for interest income on loans classified as problematic (nonperforming) is recognized when it is received (cash basis). Interest income using the effective interest annuity system is calculated based on the remaining principal. Keywords: Revenue/income, Recognition of interest income, Accrual basis PENDAHULUAN Dalam UU No.10 tahun 1998 tentang perbankan pada bab1 pasal1 menyatakan bahwa, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masayarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Untuk itu bank sebagai lembaga kepercayaan masyarakat harus mampu membantu masyarakat dalam memberikan pelayanan, dalam hal ini nasabah bank itu sendiri. Bank merupakan lembaga keuangan yang fungsi utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat, menyalurkan dana kepada masyarakat , dan juga memberikan pelayanan dalam bentuk jasa- jasa pelayanan (Ismail 2009:12). Dalam operasional suatu bank, pendapatan adalah salah satu elemen dasar yang mempengaruhi penyajian laporan rugi/laba. Dimana pengakuan dan pengukuran yang benar terhadap pendapatan secara langsung berpengaruh terhadap pengakuan dan pelaporan laba. Dimana jika terjadi kesalahan penyajian pendapatan akan megakibatkan penyajian laporan keuangan perusahaan tidak menggambarkan posisi keuangan yang sesungguhnya. Pendapatan dapat dianggap sebagai kompensasi dari penjualan produk perusahaan (barang dan jasa), dan dapat diukur dalam satuan moneter dalam hal ini jumlah rupiah. Dimana laba timbul sebagai akibat dari jumlah pendapatan melebihi total biaya yang dibebankan atas produk yang dijual. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia dalam Pedoman Standar Akuntansi keuangan (PSAK Tahun 2010 No.23) menyatakan bahwa: pendapatan adalah penghasilan yang timbul selama dalam aktivitas normal entitas dan dikenal dengan bermacam-macam sebutan yang berbeda seperti penjualan, penghasilan jasa (fees), bunga, dividen dan royalti. Permasalahan akuntansi dalam akuntansi khususnya pendapatan adalah saat pengakuan pendapatan atas transaksi yang terjadi. Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi masa depan akan mengalir ke bank dan manfaat ini dapat diukur dengan andal. Pada hakekatnya, pendapatan merupakan arus masuk sumber daya yang berasal dari kegiatan-kegiatan usaha bank yang biasanya diakibatkan oleh penyelesaian transaksi pertukaran produk ekonomi. Maksudnya jika bank menjual atau memberikan produk-produknya kepada pihak lain (nasabah), maka otomatis bank menerima pendapatan.