JMRT, Volume 3 No 2 Tahun 2020, Halaman: 94-101 94 JOURNAL OF MARINE RESEARCH AND TECHNOLOGY journal homepage: https://ojs.unud.ac.id/index.php/JMRT ISSN: 2621-0096 (electronic); 2621-0088 (print) Pemetaan Potensi Kerawanan Banjir Rob di Kabupaten Gianyar I Kade Alfian Kusuma Wirayuda a , I Wayan Nuarsa a *, I Dewa Nyoman Nurweda Putra a a Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana, Bali, Indonesia *Corresponding author, email: nuarsa@gmail.com 1. Pendahuluan Perubahan iklim dan pemanasan global sangat berpengaruh terhadap dinamika yang terjadi di daerah pesisir dan laut. Pemanasan global/ global warming merupakan proses meningkatnya suhu permukaan bumi karena bertambahnya konsentrasi gas rumah kaca, yang ditimbulkan dari proses pembakaran bahan bakar fosil, yang berdampak terhadap naiknya permukaan air laut (sea level rise) (Diposaptono et al, 2009). Kenaikan muka air laut secara global diperkirakan mencapai 18- 59 cm pada tahun 2100, maka kenaikan per tahunnya beriksar antara 0,21 hingga 0,68 cm/tahun atau dengan rata-rata kenaikan 0,44 cm/tahun (IPCC, 2007). Kenaikan permukaan air laut akan berpengaruh terhadap ketinggian pasang surut air laut, salah satu fenomena alam yang terjadi akibat meningkatnya ketinggian pasang tertinggi air laut adalah banjir rob (Dewi, 2010). Banjir rob merupakan suatu fenomena genangan air di bagian daratan pada daerah pesisir atau pantai yang disebabkan oleh adanya pasang air laut, akibat ketinggian daratan yang lebih rendah dibandingkan dengan muka air laut saat pasang tinggi (high water level) (Rangga dan Supriharjo, 2013). Terjadinya banjir rob disebabkan oleh beberapa faktor, baik itu faktor alami seperti pasang surut, dan penurunan ketinggian muka tanah, ataupun faktor yang tidak alami seperti jebolnya tanggul dan lain- lain (Dewi, 2010). Beberapa penelitian mengenai banjir rob sudah pernah dilakukan sebelumnya, salah satunya yang dilakukan oleh Ilhami (2014) yang melakukan penelitian mengenai pemetaan tingkat kerawanan rob untuk evaluasi tata ruang pemukiman daerah pesisir Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah. Penelitian tersebut memanfaatkan data penginderaan jauh untuk menganalisis dan memetakan daerah yang berpotensi mengalami banjir rob. Penelitian lain mengenai banjir rob adalah yang dilakukan oleh Marfai (2004), penelitian ini menggunakan model spasial dengan memanfaatkan data ketinggian lahan, dan data pasang tinggi air laut, sehingga didapatkan peta daerah yang berpotensi untuk terjadi genangan banjir. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (2016) pada tahun 2016 terjadi peristiwa banjir rob di beberapa daerah di Indonesia. Salah satu daerah yang mengalami banjir rob adalah seputaran pantai Gianyar, Bali. Banjir rob dapat menyebabkan kerugian bagi masyarakat, kerusakan lingkungan, terganggunya aktivitas masyarakat, dan kerugian ekonomi (Karunia, 2017). Beberapa pantai di Bali merupakan daerah tujuan wisata yang memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat Bali, sehingga adanya banjir rob akan berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat. Penelitian mengenai banjir rob di Kabupaten Gianyar perlu dilakukan untuk mengetahui daerah-daerah rawan atau berpotensi untuk mengalami banjir rob, sehingga melalui penelitian ini dihasilkan peta daerah rawan atau berpotensi untuk mengalami banjir rob. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat memberikan informasi sehingga dapat menambah kewaspadaan masyarakat untuk mencegah kerugian yang dapat ditimbulkan dari banjir rob. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luas dan sebaran daerah rawan banjir rob di Kabupaten Gianyar. Untuk mengetahui daerah ARTICLE INFO ABSTRACT Article history: Received: June 7 th 2020 Received in revised form: July 27 th 2020 Accepted: August 24 th 2020 Available online: August 31 th 2020 Tidal flood is a water inundation phenomenon happened on the coast of the mainland or the coast which is caused by the tides of the sea. Tidal flood causes inundation on the certain parts of the mainland due to land altitude is lower than sea level at high tides. Some beaches around Gianyar, Bali, potentially experience a tidal flood. There is no research about tidal flood in Gianyar regency yet gives impact to the information about areas that potentially experience a tidal flood. This study aimed to determine the distribution of flood-prone areas in Gianyar Regency. Remote sensing and other spatial data by using scoring methods were utilized to determine prone areas of tidal flood. The parameters used included land elevation, distance area from shoreline, distance area from river, slope, land cover, and soil types. Result of the study shows that the 1104 ha of the total research area 66,37 ha or 6,02% are vulnerable areas, 684,51 ha or 62,00% are quite vulnerable area, and 353,12 ha or 31,98% are classified as non-prone areas. Spatial distribution of tidal flood potential in Gianyar Regency includes Rangkan Beach, around Purnama Beach, Saba Beach, Keramas Beach, Pering Beach, Lebih Beach and the west side of Siyut Beach. Observations and interviews toward vulnerable areas were conducted as the validation of the result of the study. 2020 JMRT. All rights reserved. Keywords: GIS Remote Sensing Tidal flood