140 Nurjihadi, M. Volume 29 Nomor 3 Desember 2019 RESILIENSI DAN STRATEGI NAFKAH RUMAH TANGGA PERTANIAN PENYINTAS GEMPA LOMBOK 2018 PADA MASA TANGGAP DARURAT DI KABUPATEN LOMBOK UTARA THE RESILIENCE AND AGRICULTURAL HOUSEHOLD LIVELIHOOD STRATEGIES OF THE 2018 LOMBOK EARTHQUAKE VICTIMS AT THE EMERGENCY PERIOD IN NORTH LOMBOK REGENCY Muhammad Nurjihadi 1 1 Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teknologi Sumbawa. email: m.nurjihadi@uts.ac.id ABSTRAK Gempa bumi besar melanda Pulau Lombok pada pertengahan tahun 2018 yang menyebabkan hampir 100% penduduk Kabupaten Lombok Utara (KLU) kehilangan rumah dan sumber nafkah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kapasitas resiliensi dan strategi nafkah pengungsi penyintas gempa di KLU, terutama dari komunitas pertanian dalam menghadapi masa tanggap darurat pasca gempa. Penelitian ini dilakukan dengan metode campuran (mix method) antara model kualitatif dan kuantitatif yang disajikan secara deskriptif. Data kualitatif dikumpulkan dengan teknik purposive area snowball sampling sedangkan data kuantitatif didapatkan dengan teknik Displacement Tracking Matrix (DTM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bencana gempa menyebabkan masyarakat yang menjadi penyintas di KLU kehilangan sumber nafkah (livelihood) pada seluruh sektor pekerjaan. Modal sosial memainkan peranan penting sebagai strategi utama yang digunakan pengungsi untuk menunjang kebutuhan nafkah hidup keluarga dan menguatkan daya resiliensi masyarakat dalam menghadapi masa darurat bencana. Dengan modal sosial tersebut, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidupnya di masa darurat dengan memanfaatkan bantuan dari luar, kekayaan alam sekitar, dan sisa-sisa aset yang dapat diselamatkan dari reruntuhan rumah mereka yang dikelola secara kolektif dengan norma-norma sosial yang ada. ____________________________ Kata Kunci: penyintas gempa; rumah tangga pertanian; strategi nafkah; resiliensi ABSTRACT A great earthquake was hitting Lombok in August 2018 that caused damage to home and livelihood sources of almost 100% of North Lombok Regency (KLU) population. This research is aimed to investigate the resilience capacity and livelihood strategies of displaced people (the earthquake victims) of KLU, especially the agricultural familiesduring the post disaster emergency period. This research is using mix method between qualitative and quantitative approaches that explained descriptively. The qualitative data in this research was obtained using purposive area snowball sampling technique while the quantitative data was obtained through a comprehensive survey using Displacement Tracking Matrix (DTM) technique. Result of the research revealed that the earthquake caused the lost of jobs and livelihood sources of KLU’s people in all economic sectors, including agricultural sector. Social capital of the society was influencial as a main strategy of the victims to fulfil their daily needs and strengthen their social resilience in facing the damaging impact of the disaster. By exploiting their social capital, the society was able to fulfil their daily needs by managing all external aids, natural resources, and their remaining personal assets based on their common understanding, local wisdom, and social norms that exist in the society. ____________________________ Keywords: earthquake victims; agricultural families; livelihood strategies; resilience