e-ISSN 2686-1658 Jurnal Jejaring Matematika dan Sains, Vol. 2 No. 1 (2020) 21-24
p-ISSN 2715-5153 DOI:https://doi.org/10.36873/jjms.2020.v2.i1.345
Tersedia online di http://e-journal.upr.ac.id/index.php/JMS
21
Isolasi Bakteri Penghasil Biosurfaktan Menggunakan Media yang
Mengandung Pestisida Karbosulfan
Isolation of Biosurfactant-Producing Bacteria Using Medium Containing
Carbosulfan Pesticide
Frans Grovy Naibaho
1
, Nunuk Priyani
2
, Erman Munir
2
, Nina Septania Damanik
3
1
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Palangka Raya
2
Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sumatera Utara
3
Balai Karantina Pertanian Kelas I, Jayapura
Alamat email: fransgrovy@mipa.upr.ac.id
Abstrak – Penggunaan pestisida sintetik yang tidak terkontrol dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena
meningggalkan senyawa pestisida di tanah dan perairan. Bioremediasi adalah salah satu cara untuk mengurangi
cemaran senyawa kimia berbahaya di lingkungan dengan menggunakan mikroorganisme. Tujuan penelitian ini ialah
untuk memperoleh isolat bakteri potensial penghasil biosurfaktan dari laut Belawan Sumatera Utara dan untuk
mengetahui aktivitas biosurfaktannya. Isolasi bakteri dilakukan dengan menggunakan media selektif Bushnell-Hass Agar
(BHA) yang mengandung 12 ppm pestisida berbahan aktif karbosulfan sebagai sumber karbon. Aktivitas biosurfaktan
dilakukan dengan metode Drop collapsing test dan konsentrasi biosurfaktan dilakukan dengan metose orsinol yang
dimodifikasi. Hasil penelitian menunjukkan 9 isolat berhasil diisolasi dan mampu tumbuh pada media yang mengandung
karbosulfan. Aktivitas biosurfaktan tertinggi dihasilkan oleh isolat FB6 yang ditandai dengan pembentukan emulsi
sebesar 5,627 mL dan produksi biosurfaktan tertinggi ditunjukkan oleh isolat FB7 dengan konsentrasi 54,6 ppm.
Kata kunci: bioremediasi, biosurfaktan, karbosulfan, pestisida
Abstract – Uncontrol uses of synthetic pesticide cause environmental pollution and leaves its residue in soil and water.
Bioremediation is a way to reduce the contamination of harmful chemical compounds in the environment by using
bacteria. The aim of this study were to obtain potential bacteria isolates which produce biosurfactant from Belawan sea,
North Sumatera and to know their biosurfactant activity. Bacteria were isolated by using selective media Bushnell-Hass
Agar (BHA) contain 12 ppm carbosulfan pesticide as carbon source. Biosurfactant activity was carried out with Drop
collapsing test method and biosurfactant concentration was carried out with modified orsinol method. The result showed
9 isolate were able to grow on mediun containg carbosulfan pesticide. The highest biosurfactant activity was produced
by FB6 isolate which characterized by the formation of emulsion of 5.627 mL and the highest biosurfactant production
was shown by FB7 isolates with concentration of 54.6 ppm.
Keywords: bioremediation, biosurfactant, carbosulfan, pesticide.
© 2020 Jurnal Jejaring Matematika dan Sains. This work is licensed under a CC BY-NC 4.0
PENDAHULUAN
Pengendalian hama penyakit tanaman dengan
menggunakan pestisida dianggap cara yang cepat dalam
mengurangi gangguan hama dan penyakit tanaman,
namun penggunaan pestisida yang intensif dapat menjadi
masalah karena meninggalkan residu pada tanaman dan
mencemari lingkungan yaitu tanah, permukaan maupun
air tanah [1].
Residu pestisida yang mencemari lingkungan pada
umumnya adalah senyawa hidrokarbon. Pestisida ini sulit
terurai dan bersifat toksik bagi mahluk hidup. Pestisida
dengan bahan aktif karbosulfan merupakan pestisida
dengan senyawa hidrokarbon kompleks yang memiliki
satu cincin aromatik pada struktur kimianya. Karbosulfan
merupakan pestisida golongan karbamat yang bersifat
toksik dan sulit terdegradasi [2]. Oleh karena itu,
senyawa ini harus diuraikan agar tidak menimbulkan
dampak kerusakan lingkungan yang semakin.
Salah satu metode efektif dan aman bagi lingkungan
untuk mendegradasi senyawa pencemar adalah dengan
teknik bioremediasi. Bioremediasi adalah proses
perbaikan dan pemulihan kondisi lingkungan yang telah
rusak akibat senyawa kimia pencemar dengan bantuan
mikroorganisme khususnya bakteri [3]. Mikroorganisme
merupakan bioremediator yang mampu mengurangi
bahkan menghilangkan senyawa cemaran pestisida
dengan beberapa mekanisme yaitu: adsorbsi, reaksi
reduksi dan reaksi oksidasi [4]. Mikrob yang dapat
digunakan dalam mengurai senyawa hidrokarbon
aromatik adalah mikrob yang menghasilkan biosurfaktan.
Mikrob dengan produksi biosurfaktan tinggi pada
umumnya mempunyai kemampuan yang tinggi juga
dalam menguraikan senyawa hidrokarbon aromatik [5].