J. Sains Dasar 2014 3 (2) 137 - 141 Pengujian antiradikal bebas difenilpikril hidrazil (DPPH) ekstrak etil asetat daun nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) [Test for diphenilphikril hydrazyl (DPPH) free antiradical from acetate etil extract of nangka leaf (Artocarpus heterophyllus Lamk)] Hasmalina Nasution 1) dan Musyirna Rahmah Nst 2) 1) Universitas Muhamadiyah, Pekanbaru, Riau, Indonesia 2) Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau, Pekanbaru, Riau, Indonesia Telp. +6281371095606 dan Email: musyimarahmah@yahoo.com diterima 25 Oktober 2014, disetujui 17 November 2014 Abstrak Senyawa antioksidan memiliki peran yang sangat penting dalam kesehatan. Berbagai bukti ilmiah menunjukkan bahwa senyawa antioksidan mengurangi resiko terhadap penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung koroner. Karakter utama senyawa antioksidan adalah kemampuannya untuk menangkap radikal bebas. Senyawa antioksidan dari tumbuhan seperti vitamin C, vitamin E, karoten, asam-asam fenol, polifenol, dan flavonoid diketahui berpotensi mengurangi resiko penyakit degeneratif. Salah satu tanaman obat yang memiliki banyak khasiat adalah tanaman nangka (Artocarpus Heterophyllus lamk). Tanaman nangka telah diketahui secara empiris khasiatnya baik pada bagian daun, buah, biji buah, getah, dan kayu. Daun nangka dapat digunakan sebaga pelancar ASI, borok, dan luka. Selain itu, bioaktifnya berkhasiat sebagai antikanker, antivirus, dan antiinflamasi. Oleh karena faktor lingkungan seperti iklim, cuaca, dan lokasi tumbuh sangat berpengaruh terhadap komponen aktif suatu tumbuhan, maka pada penelitian ini telah dilakukan pengujian aktivitas antiradikal bebas DPPH terhadap daun nangka (Artocarpus Heterophyllus lamk) yang ada di Pekanbaru. Aktivitas Antioksidan ekstrak etil asetat daun nangka yang mengandung saponin dan steroid memiliki nilai IC 50 (Inhibition Concentration) sebesar 778,76 ppm terhadap radikal DPPH. Kata kunci: daun nangka, ekstrak, etil asetat, antioksidan, DPPH Pendahuluan Radikal bebas adalah atom atau molekul yang tidak stabil dan sangat reaktif karena mengandung satu atau lebih elektron tidak berpasangan pada orbital terluarnya. Untuk mencapai kestabilan atom atau molekul, radikal bebas akan bereaksi dengan molekul disekitarnya untuk memperoleh pasangan elektron. Reaksi ini akan berlangsung terus menerus dalam tubuh dan bila tidak dihentikan akan menimbulkan berbagai penyakit seperti kanker, jantung, katarak, penuaan dini, serta penyakit degeneratif lainnya. Oleh karena itu tubuh memerlukan suatu substansi penting yaitu antioksidan yang mampu menangkap radikal bebas tersebut sehingga tidak dapat menginduksi suatu penyakit [1-3]. Di dalam tubuh kita terdapat senyawa yang disebut antioksidan yaitu senyawa yang dapat menetralkan radikal bebas, seperti: enzim SOD (Superoksida Dismutase), gluthatione, dan katalase. Antioksidan juga dapat diperoleh dari asupan makanan yang banyak mengandung vitamin C, vitamin E dan betakaroten serta senyawa fenolik. Bahan pangan yang dapat menjadi sumber antioksidan alami, seperti rempah-rempah, coklat, biji-bijian, buah buahan, sayur-sayuran dan sebagainya [4-6]. Indonesia merupakan negara kaya tanaman obat. Berbagai jenis tanaman obat tumbuh dengan baik. Tanaman obat tersebut sudah dipakai oleh masyarakat Indonesia, terutama dipedesaan selama beratus-ratus tahun. Sekalipun baru bersifat empiris, tanaman obat tersebut masih dipakai sampai sekarang