Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Vol. 8, No. 2, Hlm. 781-790, Desember 2016 @Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia dan Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, FPIK-IPB 781 PENGELOLAAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN DAERAH PESISIR TIMUR PULAU WEH CORAL REEF ECOSYSTEM MANAGEMENT IN AREA OF EASTERN COASTAL WATER CONSERVATION WEH ISLAND SABANG Nurul Najmi 1* , Mennofatria Boer 2 , dan Fredinan Yulianda 2 1 Sekolah Pascasarjana, Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan, IPB *E-mail: nrulodc@gmail.com 2 Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, FPIK-IPB, Bogor ABSTRACT Coral reef ecosystem is important for coastal resources. Damage of Coral reefs resulted in de- gradation of population and fishes reef diversity. The East coast of Weh Island in Sabang designated as conversation area that has aim to keep coral reefs from destructive utilization activites. The purpose of this study was to know the status of coral reef ecosystems management in marine protected area East Coast Weh Island, Sabang and to analyze the attributes sensitively from the dimension of ecological, socio-economic and institutional sector. The method that used to know the status of the sustainable management is RAPFISH analysis. Dimensions of the ecology can be known by measuring the coral growth used the Point Intercept Transect, reef fish abundance used Underwater Visual Census Fish method. Socio-economic and institutional dimensions will be collected through Focus Group Discussion (FGD) and help by questionnaires. Management status of coral reef ecosystems in the region of the East coast Weh island multidimensionally indicates that it was quite sustainable. The most sensitive attribute of the management is the growth of saplings of corals, reef fish abundance, conflicts between fishermen, the public perception against the abundance of fish, the role of the community, and the fishing managements. Keywords : conservation area, management, coastal, RAPFISH, coral reef ABSTRAK Terumbu karang merupakan ekosistem penting bagi sumberdaya pesisir. Kerusakan terumbu karang mengakibatkan terjadinya degradasi terhadap populasi dan keanekaragaman spesies ikan karang. Pesisir Timur Pulau Weh Sabang ditetapkan sebagai kawasan konservasi yang bertujuan untuk menjaga terumbu karang dari kegiatan pemanfaatan yang merusak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui status pengelolaan ekosistem terumbu karang di Kawasan Konservasi Pesisir Timur Pulau Weh dan menganalisis atribut yang sensitif dari dimensi ekologi, sosial-ekonomi dan kelembagaan. Metode yang digunakan untuk mengetahui status keberlanjutan pengelolaan menggunakan analisis RAPFISH. Dimensi ekologi dilihat dengan mengukur pertumbuhan karang menggunakan Point Intercept Transect (PIT), kelimpahan ikan karang menggunakan metode Underwater Fish Visual Census (UVC). Dimensi sosial ekonomi dan kelembagaan dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan bantuan kuesioner. Status pengelolaan ekosistem terumbu karang di Kawasan Pesisir Timur Pulau Weh secara multidimensi menandakan cukup berkelanjutan. Atribut yang paling sensitif dari pengelolaan tersebut adalah pertumbuhan anakan karang, kelimpahan ikan karang, konflik antar nelayan, persepsi masyarakat terhadap kelimpahan ikan, peran masyarakat, pegelolaan perikanan. Kata kunci : area konservasi, management, pesisir, RAPFISH, terunbu karang