@ Asosiasi Peneliti Biodiversitas Papuasia - Fakultas Kehutanan UNIPA Jurnal Kehutanan Papuasia 3 (2): 132–141 (2017) 132 Sainawal, dkk KULTUR EMBRIO MERBAU (Intsia bijuga OK.) PADA MEDIA MURASHIGE & SKOOG (MS) DIPERKAYA DENGAN ZAT PENGATUR TUMBUH BAP, GA3 dan IBA (Embryo Culture in Merbau [Intsia bijuga OK.] towards Murashige & Skoog [MS] Media that Enriched by BAP, GA3, and IBA Plant Growth Substances) Samuel Bram Sainawal 1 Julius D. Nugroho 1 dan Francina F. Kesaulija 1 Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Papua Manokwari, Papua Barat, 98314. Tlp/Fax: +62986211065. Penulis Korespondensi: Email: jd_nugroho2004@yahoo.com Diterima: 21 Oct 2017| Disetujui: 25 Nov 2017 Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mencari konsentrasi dan kombinasi zat pengatur tumbuh (IBA, BAP dan GA3) yang cocok guna pertumbuhan embrio dari tanaman Merbau (Intsia bijuga OK.) pada media Murashige & Skoog (MS) untuk mendapatkan tanaman yang sempurna melalui teknik kultur jaringan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan teknik observasi menggunakan perhitungan statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan eksplan embrio merbau (Intsia bijuga OK.) yang terbaik adalah menggunakan media dengan zat pengatur tumbuh pada media MS + GA3 2 ppm dengan persen hidup 100% dan memiliki persen eksplan kontaminasi 0%. Pertumbuhan tunas pada perlakuan ini terjadi pada umur 86 hari dengan rata-rata pertumbuhan tunas sebesar ± 0,2 cm, persen eksplan bertunas 0%, pada pertumbuhan terbentuknya akar pada minggu ketujuh dari pengamatan. Kata kunci: Intsia bijuga, embrio, zat pengatur tumbuh, media tanam, eksplan Abstract This study is focusing on determining an appropriate concentration as well as combination from plant growth substances (IBA, BAP dan GA3) for growing an embryo of Intsia bijuga tree species on media of Murashige & Skoog (MS) through plant tissue isolation technique. Method used in this study was experiment by way of observation and simple descriptive statistic analysis to generate better solution from the analysis. The results noticed that the best use of Intsia bijuga explant embryo was by using media and plant growth substance of MS + GA3 2 ppm with a life percentage of 100% and had a 0% of explant contamination. The growth of bud in this treatment was occurred in 86 days with the average growth of ± 0.2 cm, bud explant percentage of 0%, and the initiation of root growth at the seventh week of observation. Keywords: Intsia bijuga, embryo, plant growth substances, growth media, explant PENDAHULUAN Merbau (Intsia bijuga OK.) merupakan salah satu jenis kayu niagawi asli Papua yang menghasilkan kayu dari Hutan Produksi. Kayu merbau memiliki nilai komersial yang tinggi karena sifat keawetan dan kualitas yang sangat baik. Saat ini merbau didorong untuk dikembangkan dalam skema hutan tanaman industri. Kultur jaringan