Spatial Distribution of Sea Surface Temperature .......................................................................................................... (Wisha et al.) http://dx.doi.org/10.24895/JIG.2016.22-1.459 21 SPATIAL DISTRIBUTION OF SEA SURFACE TEMPERATURE IN WEST SUMATERA SEAWATERS ASSOCIATED WITH INDIAN OCEAN DIPOLE (IOD) EVENT IN TRANSITIONAL SEASONS (AUGUST-OCTOBER) Case Study: Pasumpahan and Sibonta Island Waters (Distribusi Spasial Suhu Permukaan Laut di Perairan Barat Sumatera Dikaitkan dengan Kejadian Indian Ocean Dipole (IOD) pada Musim Peralihan (Agustus-Oktober) Studi Kasus: Perairan Pulau Pasumpahan dan Sibonta) Ulung Jantama Wisha, Try Al Tanto and Ilham Research Institute for Coastal Resources and Vulnerability, Ministry of Marine Affairs and Fisheries Jl. Raya Padang-Painan KM. 16, Bungus, Padang – Sumatera Barat, Indonesia E-mail: ulungjantama@gmail.com Diterima (received): 08 Februari 2016; Direvisi (revised): 06 Maret 2016; Disetujui untuk dipublikasikan (accepted): 15 Mei 2016 ABSTRACT Along with the issue of climate change which is characterized by an increase in global temperature, the sea surface temperatures (SST) also allegedly helped change that has direct and consequential to the phenomenon of coral bleaching that occurred in the waters Pasumpahan island, Sibonta island and several other areas in West Sumatra. The purpose of this study was to identify anomalies in the sea surface temperature in the waters Pasumpahan and Sibonta due to the influence of the phenomenon of Indian Ocean Dipole. The method used is purposive quantitative with perform spatial analysis (Inverse Distance Weighted). Primary data are consisted of SST and tide data which measured using the HOBO U20 titanium water level data logger. The secondary data are consisted of RBI map, Google eye image and tide forecast. SST around Pasumpahan waters ranged from 30-30,6oC and Sibonta waters ranged from 30,1-30,6 ° C. At a depth of 25 meters, Pasumpahan waters temperature ranged from 29,152-30,457°C and Sibonta waters temperature ranged from 26,28-28,5°C, the surface elevation ranged from 0,83 to 1,17 m from MSL point, rainfall average in August until October ranged from 5,64-7,71 mm. The rainfall, temperature and surface elevation changes are affecting each other. Temperature anomalies occurred in the Sibonta waters due to the closer location with Indian Ocean, directly influence to Sibonta waters temperature that is relatively volatile. Keywords: Pasumpahan Island, Sibonta Island, sea surface temperature, temperature anomalies ABSTRAK Seiring dengan adanya isu perubahan iklim yang ditandai dengan peningkatan suhu secara global, maka suhu permukaan laut juga disinyalir turut berubah yang secara langsung dan berakibat terhadap fenomena coral bleaching yang terjadi di perairan pulau pasumpahan, pulau sibonta dan beberapa wilayah lain di Barat Sumatera. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi adanya anomali suhu permukaan laut di perairan pasumpahan dan sibonta akibat pengaruh dari fenomena Indian Ocean Dipole. Metode yang digunakan adalah purposive quantitative dengan melakukan spasial analisis (Inverse Distance Weighted). Data primer terdiri dari SST dan pasut yang diukur menggunakan HOBO U20 titanium water level data logger. Data sekunder terdiri dari peta RBI, Citra Google eye dan data peramalan pasang surut. Suhu permukaan laut di sekitar Pulau Pasumpahan berkisar antara 30-30,6 o C dan sekitar Pulau Sibonta berkisar antara 30,1-30,6 o C. Pada kedalaman 25 meter suhu di perairan Pasumpahan berkisar antara 29,152- 30,457 o C dan suhu di perairan Sibonta berkisar antara 26,28-28,5 o C, elevasi pasang surut berkisar antara 0,83 - 1,17 meter dari titik MSL, curah hujan rata-rata pada bulan Agustus-Oktober berkisar antara 5,64- 7,71 mm, dimana curah hujan, perubahan suhu perairan dan perubahan elevasi permukaan laut saling mempengaruhi dan terjadi anomali suhu pada perairan Sibonta karena letaknya dekat dengan Samudera Hindia, sehingga suhu perairan Sibonta relatif lebih fluktuatif. Kata Kunci: Pulau Pasumpahan, Pulau Sibonta, suhu permukaan laut, anomali suhu