Prosiding Seminar Nasional Matematika, Universitas Jember, 19 November 2014 299 Aplikasi Dimensi Fraktal pada Bidang Biosains Arum Andary Ratri 1 , Kosala Dwidja Purnomo 2 , Rafi’ulfath R. Riwansia 3 1,2,3 Jurusan Matematika, FMIPA Universitas Jember 2 Email: kosaladp@gmail.com Abstrak Perkembangan fraktal yang sangat dinamis disebabkan oleh kegunaan dari fraktal sendiri yang bisa diterapkan ke banyak lintas bidang, diantaranya adalah biosains. Permasalahan dalam bidang biosains diantaranya adalah analisis pola curah hujan di suatu tempat yang fluktuasinya relatif tinggi dan cara mengidentifikasi seseorang menggunakan telapak tangan. Artikel ini mencoba memberikan gambaran terhadap penggunaan dimensi fraktal dalam bidang biosains. Metode yang digunakan antara lain metode eksponen hurst dan metode box counting. Kata Kunci : Fraktal, Dimensi Fraktal, Eksponen Hurst, Box Counting 1 Pendahuluan Fenomena alam sangat variatif dan dapat dibagi dalam berbagai bidang, salah satunya adalah bidang biosains. Biosains adalah ilmu teknologi yang berpusat pada lingkungan. Fenomena-fenomena yang terjadi di lingkungan tersebut biasanya memunculkan problem matematis yang membutuhkan penyelesaian. Sebagai contoh, intensitas curah hujan di suatu tempat yang membutuhkan estimasi pola kecenderungannya dan cara mengidentifikasi sistem pengenalan diri seseorang melalui telapak tangan. beberapa teori dalam fraktal dapat digunakan untuk membantu meyelesaikan kedua problem ini. Fraktal adalah bentuk apa saja yang jikalau bagian-bagian dari bentuk itu diperbesar akan terkuak rincian yang sebanyak-banyaknya seperti bagian fraktal keseluruhannya (Yuliani, 2007) Seperti halnya benda-benda geometri yang lain, fraktal juga memiliki dimensi. Dimensi fraktal pada umumnya dinyatakan dengan bilangan bukan bulat, yakni berupa bilangan pecahan. Yang dimaksud dengan dimensi fraktal yaitu sebuah pola yang bersifat rekursif yang setiap bagiannya mirip dengan bagian keseluruhan pada suatu objek geometri. Untuk objek yang memiliki dimensi Euclid D memiliki rasio pembagian  √ di mana N adalah banyak garis hasil iterasi. Jadi didapat  () ( ) (Sekawati, 2013). Telah dikenal beberapa metode untuk mencari dimensi fraktal. Metode tersebut antara lain adalah metode eksponen Hurst dan metode box counting. Metode eksponen Hurst digunakan untuk menghitung dimensi fraktal dengan data yang bentuknya berupa data runtun waktu. Sedangkan metode box counting lebih dikenal sebagai metode perhitungan kotak. Beberapa objek di alam memiliki ciri khas bentuk yang terus berulang hingga bagian terkecil. Seperti halnya ranting pohon yang bentuknya mirip dengan batang utamanya, gumpalan awan kecil yang mirip dengan gumpalan awan yang lebih besar,