118 PENGARUH EFIKASI DIRI TERHADAP RESILIENSI PADA ORANG DENGAN HIV/AIDS Siti Nur Hadiyah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen E-mail: nurhadiyahsiti264@gmail.com Abstract : The prevalence of HIV / AIDS in Indonesia is still quite high and definitely has given various impacts such as physically, socially and psychologically. The negative impact caused by this disease and low self-efficacy certainly can cause low resilience as well for People Living With HIV / AIDS (PLWHA). The purpose of this study was to analyze the effect of self-efficacy on resilience in PLWHA. This study is a correlational analytic with a cross sectional approach. There were 40 respondents taken by using purposive sampling technique. The research instruments used for self-efficacy is the General Self Efficacy Scale and the resilience variable using the Connor–Davidson Resilience Scale. Data analysis using Correlation and Simple Linier Regression, presentation of data in the form of frequency table and narration. The results showed that PLWHA had a high self-efficacy (55%) and moderate resilience (60%). The statistical test results obtained p value <0.005 which means self-efficacy significantly affect the resilience of PLWHA in the working area of Puskesmas Turen. From the results, it recommended the strategies for PLWHA to increase self-efficacy to achieve positive adaptation to their disease. Keywords: Self Efficacy, Resilience, PLWHA Abstrak : Prevalensi HIV/AIDS di Indonesia saat ini masih cukup tinggi dan tentunya memberikan berbagai dampak baik secara fisik, social maupun psikologis. Dampak negative akibat penyakit maupun efikasi diri yang rendah tentunya dapat menyebabkan resiliensi yang rendah pula. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh efikasi diri terhadap resiliensi pada Orang dengan HIV/AIDS. Penelitian ini berupa correlational analitic dengan pendekatan cross sectional. Sejumlah 40 responden diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrument penelitian yang digunakan untuk variable efikasi diri adalah General Self Efficacy Scale dan untuk variable resiliensi menggunakan kuisioner the Connor–Davidson Resilience Scale. Analisa data menggunakan korelasi dan regresi linier sederhana, penyajian data dalam bentuk table distribusi frekuensi dan narasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa responden terbanyak memiliki efikasi diri tinggi (55%) dan resiliensi sedang (60%). Hasil uji statistic didapatkan nilai p value < 0,005, yang berarti ada pengaruh efikasi diri terhadap resiliensi pada ODHA di wilayah kerja Puskesmas Turen. Adanya hasil penelitian ini perlunya strategi bagi ODHA untuk meningkatkan efikasi diri sebagai upaya mencapai adaptasi positif terhadap penyakitnya. Kata Kunci: Efikasi Diri, Resiliensi, ODHA PENDAHULUAN Saat ini angka kejadian HIV/AIDS di Indonesia masih cukup tinggi. Data Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, kasus HIV dari tahun 2005 hingga 2018 mengalami kenaikan setiap tahun, dimana jumlah kumulatif hingga desember 2018 sebanyak 327.282 dan jumlah AIDS dari tahun 1987 sampai desember 2018 yakni 114.065 orang. Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan angka yang tinggi penderita HIV dilaporkan sejumlah 48.241 orang dan penderita AIDS sejumlah 19.829 orang. Data dari BPS Provinsi Jawa Timur tahun 2018 melaporkan Kabupaten Malang memiliki jumlah penderita HIV/AIDS sebanyak 382 orang, dimana salah satu wilayah kecamatan dengan jumlah penderita yang cukup banyak adalah Turen. Didalam perkembangannya, orang dengan penyakit HIV/AIDS (ODHA) seringkali mengalami berbagai dampak kesehatan baik secara fisik, social maupun secara psikologis. Salah satu dampak psikologis akibat HIV/AIDS yaitu tingkat stress yang tinggi. Tiwari (2015) mengatakan bahwa tingkat stress yang tinggi umumnya dialami orang yang hidup dengan HIV. Kemudian apabila dibandingkan dengan pasien yang menderita penyakit lain, ODHA lebih cenderung mengalami distress dua kali lebih berat (Myer, 2009). Hal ini pula menunjukkan bahwa adanya keterkaitan antara kesehatan mental dengan penyakit HIV/AIDS. Oleh sebab itu pentingnya bagi ODHA untuk mengembangkan kemampuan adaptasi terhadap stress.