Jurnal Rekayasa Kimia dan Lingkungan Vol. 9, No. 4, Hlm. 197 - 203, Desember 2013 ISSN 1412-5064 DOI: http://dx.doi.org/10.23955/rkl.v9i4.1235 197 Produksi Ramnolipid dan Polihidroksialkanoat secara Simultan dari Produk Samping Industri Biodiesel dengan Bahan Baku CPO Production of Ramnolipid and Polihidroksialkanoat via Simultaneous from Byproduct of Biodiesel Industry with CPO Darti Nurani 1 , Sidik Marsudi 2 * 1 Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Institut Teknologi Indonesia, Jalan Raya Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan 15320, 2 Program Studi Teknik Kimia, Institut Teknologi Indonesia, Jalan Raya Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan 15320, *E-mail: sidikmar@yahoo.com Abstrak Produksi bioplastik polyhydroxyalkanoates (PHA) oleh bakteri menghadapi masalah biaya produksi yang tinggi. Masalah yang sama juga terjadi pada produksi ramnolipid biosurfaktan. Strategi baru telah diusulkan untuk mengurangi biaya produksi PHA, yaitu sel pertama diarahkan untuk menghasilkan produk ekstraseluler yaitu ramnolipid, lalu sel tersebut digunakan kembali untuk menghasilkan produk intrasleluer, yaitu PHA. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari produksi poli-hidroksialkanoat (PHA) dan ramnolipid secara simultan dari sumber karbon yang relatif murah menggunakan teknik batch kultur. Dalam penelitian ini, produk samping industri biodiesel dari minyak sawit mentah (CPO) digunakan sebagai sumber karbon dan sebagai pembanding digunakan minyak sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sumber karbon produk samping CPO menghasilkan konsentrasi maksimum ramnolipid dan PHA masing-masing 80 mg/l dan 0,15 mg/l, yang dicapai pada konsentrasi sumber karbon 25 g/l dan waktu kultivasi 24 jam. Kata kunci: biodiesel, PHA, Pseudomonas aeruginosa, ramnolipid, CPO, simultan Abstract The production of bioplastic polyhydroxyalkanoates (PHA) by bacteria faces the issue of high production cost. Similar problem also occurs on production of biosurfactant rhamnolipid. A new strategy has been proposed to reduce PHA production cost, i.e. cell first is directed to produce extracellular product, rhamnolipid then the cells are reused to produce intracellular product, PHA. This research was conducted to study simultaneously production of poly- hydroxyalkanoates (PHA) and rhamnolipid from relatively cheap carbon source using batch culturing technique. In this research, by product of industrial biodiesel production from crude palm oil (CPO) was used as a carbon source and palm oil was also used as a comparison. The results showed that, on carbon source of byproduct from crude palm oil (CPO) maximum rhamnolipid concentration of 80 mg/l was achieved. Maximum concentration of PHA that could be archived was 0.15 mg/l at a carbon source concentration of 25 g/l and cultivation of 24 hours. Keywords: biodiesel, PHA, Pseudomonas aeruginosa, rhamnolipid, CPO, simultaneous 1. Pendahuluan Plastik mempunyai peranan yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia. Meskipun sangat banyak keunggul- an plastik, buangan plastik telah menjadi masalah serius terhadap pencemaran lingkungan karena plastik yang banyak digunakan saat ini sulit didegradasi di alam. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah ini adalah penggunaan bahan baku plastik dari polihidroksialkanoat (PHA) yang diproduksi secara fermentasi. Buangan bioplastik dari PHA dapat didegradasi oleh mikroorganisme menjadi karbon dioksida dan air hanya dalam waktu beberapa bulan saja (Lee, 1996). Bioplastik PHA dari bakteri telah diproduksi secara komersial dan berpotensi untuk digunakan pada bidang kesehatan, pertanian, dan pembungkus makanan (Lee, 1996). Produksi bioplastik PHA dihadapkan pada persoalan mahalnya biaya produksi. Bioplastik PHA diproduksi oleh sel bakteri sebagai produk intraseluler (PHA diakumulasi di dalam sel bakteri). Dengan demikian, untuk memproduksi bioplastik PHA dengan jumlah yang banyak diperlukan jumlah sel bakteri yang sangat banyak pula.