Jurnal AGROTEK Vol 6 No 2., Agustus 2019. ISSN 2356-2234 (print) , ISSN 2614-6541 (online) Journal Homepage: http://journal.ummat.ac.id/index.php/agrotek 51 EVALUASI SISTEM IRIGASI TERSIER PADA DAERAH IRIGASI MENINTING DI DESA JATISELA KECAMATAN GUNUNG SARI KABUPATEN LOMBOK BARAT Budy Wiryono 1* , Suwati 2 , Marianah 3 1 Teknik Pertanian, Universitas Muhammadiyah Mataram, budyui@gmail.com * 2, Teknik Pertanian, Universitas Muhammadiyah Mataram ,3 Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Muhammadiyah Mataram INFO ARTIKEL ABSTRAK RiwayatArtikel: Diterima: 25- 05-2019 Disetujui: 28-08-2019 Abstrak: Penelitian yang berjudul “Evaluasi Sistem Irigasi Tersier pada Daerah Irigasi Meninting Di Desa Jatisela Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat” bertujuan untuk mengetahui dampak teknis, ekonomi, dan sosial dari jaringan irigasi serta mengetahui kondisi jaringan irigasi tersier di Desa Jatisela Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif dengan metode survey dengan melakukan pengamatan langsung. Penelitian dilaksankan pada bulan Agustus - Nopember 2015. Penelitian deskriptif yang bersifat kualitatif ini dilakukan di lapangan dengan mengamati secara langsung proses Evaluasi Sistem irigasi dan drainase pada daerah irigasi meninting yang selanjutnya hasilnya dianalisis secara tabulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan Secara teknis dilokasi penelitian tidak ada bangunan pembagi air irigasi, debit air sangat rendah sebesar 0,101m/s, dan terdapat sistem distirbusi air yang dilakukan oleh P3A. Hasil lain, dampak ekonomi sebesar 57% responden mengakui memperoleh keuntungan dengan keberadaan irigasi. Keuntungan yang di peroleh mencapai 11 juta dalam setiap panen. Selanjutnya secara sosial terdapat peran petani dalam memelihara saluran, kelembagaan petani sangat kuat, dan tingkat partisipasi meningkat. Akhirnya, ditemukan distribusi air yang tidak merata disebabkan karena adanya jaringan irigasi yang rusak dan pemeliharaan yang kurang baik. Kata Kunci: Evaluasai Irigasi tersier Jaringan Irigasi ———————————————————— A. LATAR BELAKANG Dalam upaya sumber daya pangan, kesiapan sarana dan prasarana dari pengairan pertanian sangat di butuhkan. Salah satu sarana dan prasarana yang di lakukan adalah dalam hal pengelolaan air menggunakan irigasi. Sektor pengembangan dan pengelolaan irigasi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2006 mengalami peningkatan pada 2007 NTB menghasilkan Rp.80,5 miliar dari pengembangan dan pengelolaan irigasi. Jumlah tersebut meningkat sebesar 9,6% sehingga menjadi 87,7 miliar pada tahun ini. Salah satu indikator keberhasilan pengelolaan padi SRI di NTB di akibatkan oleh pengembangan dan pengelolaan irigasi melalui rehabilitasi daerah irigasi [1]. Permasalahan yang lain muncul yakni keberadaan irigasi sehingga dapat mengetahui kerja irigasi namun menyebabkan masalah baru. Masalah baru yang di maksud adalah kurangnya kesadaran petani dalam pemanfaatan dan pemeliharaan jaringan irigasi, sehingga mengakibatkan luapan air (banjir) di sekitar area persawahan bila terjadi hujan yang besar dampak akhirnya adalah gagal panen. Begitu juga yang terjadi di Desa Jatisela Kecamatan Gunung Sari. Luas irigasi di daerah ini sepanjang 95- 101,0 Ha. Irigasi di Desa Jatisela mulai di bangun pada tahun 1986 yang bertujuan untuk menyediakan air bagi petani dalam melakukan penanaman [2]. Luas Desa Jatisela saat ini berkisar 261 Ha sedangkan luas sawah lahan pertanian mencapai 132 Ha dan sawah beririgasi sekitar 95-101 Ha, sedangkan irigasi semi teknis mencapai 37 Ha [3]. Kondisi riil yang terjadi terhadap keberadaan irigasi sangat di perlukan untuk melihat besarnya perawatan dan tindakan yang akan di lakukan dalam membuat solusi alternatif. Berkaitan dengan hal tersebut maka akan dilakukan penelitian tentang “Evaluasi Sistem Irigasi Pada Daerah Irigasi Meninting Desa Jatisela Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat ". Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak teknis, ekonomi, dan sosial dari jaringan irigasi serta mengetahui kondisi jaringan irigasi tersier di Desa Jatisela Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat. B. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif bersifat kualitatif dengan melakukan survey/pengamatan langsung. Penelitian dilaksankan pada bulan Agustus - Nopember 2015. Pengambilan responden dilakukan secara random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak untuk memudahkan penelitian dalam penentuan responden serta mendapatkan hasil penelitian yang akurat. Penentuan responden yang dimaksud dalam penelitian ini adalah yang melakukan usaha pemeliharaan irigasi sampai dengan tahun 2015 sebanyak 30 orang. Penelitian deskriptif yang bersifat kualitatif ini dilakukan di lapangan dengan mengamati secara langsung proses evaluasi sistem irigasi pada daerah